Saturday, June 14, 2014

Review Buku: (Bukan) Salah Waktu

(Bukan) Salah Waktu (Dok. Pribadi)
DETAIL BUKU
Judul: (Bukan) Salah Waktu
Penulis: Nastiti Denny (@nastiti_ds)
Penyunting: Fitria Sis Nariswari
Cetakan: Pertama, Desember 2013
Penerbit: Penerbit Bentang
Tebal: viii + 248 halaman
ISBN: 978-602-7888-94-4
Harga: Rp 46.000 Rp 39.100 (Beli di gramediaonline.com)

DIBACA
9 Juni 2014

REVIEW


Blurb (Dok. Pribadi)
Blurb novel ini membuat saya penasaran untuk membaca keseluruhan ceritanya. Saya menebak, mungkin temanya tentang seseorang yang dikhianati pasangannya. Namun saya salah, tema dari novel ini ternyata tidak sesederhana itu.

Cerita dibuka dengan mimpi buruk yang dialami Sekar. Dia memang belum bisa lepas dari trauma masa lalunya--pertengkaran orang tuanya serta penolakan akan keberadaan dirinya. Tidak ingin kejadian yang sama terulang lagi, Sekar pun meninggalkan karirnya dan menyimpan rahasia masa lalunya dari Prabu--suaminya.

Sekar - Halaman 4 (Dok. Pribadi)
Sementara itu, Prabu juga tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran Laras--wanita dari masa lalunya. Tidak ingin membuat Sekar gusar, Prabu pun menyembunyikan pertemuannya dengan Laras dari istrinya.

Prabu - Halaman 96 (Dok. Pribadi)
Maka, saat Bram memberitahu Sekar tentang rahasia masa lalu Prabu, pergolakan emosi pun dimulai. Selain berjuang untuk melepaskan diri dari trauma masa lalunya, Sekar juga harus memilih untuk menerima dan memaafkan masa lalu Prabu atau merelakan rumah tangganya yang telah dibinanya selama dua tahun.

(+) Walaupun kurang menjelaskan isi cerita, namun blurb-nya cukup menarik dan membuat penasaran.

(-) Cover-nya cukup eye catchy. Tetapi, desain dan warnanya cenderung ceria, kurang sesuai dengan tema cerita.

(+) Adegan pembuka yang tanpa basa-basi, langsung menuju pada konflik yang dialami Sekar sebagai tokoh utama. Membuat konsentrasi saya langsung tersedot pada cerita.

(-) Setting cerita dijelaskan dengan begitu detail. Sayangnya di beberapa bagian, hal ini membuat cerita menjadi mengalir terlalu lambat.

(+) Alur maju dengan beberapa adegan flashback memberi kesan yang dinamis.

(-) Latar belakang dan motivasi tokoh utama cukup jelas. Karakternya pun konsisten. Namun beberapa tokoh pendukung terasa agak membingungkan. Misalnya sikap Laras pada Prabu yang tidak konsisten tanpa alasan yang jelas. 

(+) Plotnya mengalir. Konflik dihadirkan dengan intensitas yang terus meningkat, menimbulkan rasa penasaran untuk terus mengikuti kelanjutan kisah ini.

(-) Terdapat beberapa kebetulan yang terkesan dipaksakan. Misalnya Rei--rekan kerja Prabu--yang mengajukan pinjaman pada bank tempat Bram--adik Laras--bekerja.

(+) Cerita dituturkan melalui sudut pandang orang ketiga, namun emosi yang dialami tokoh utamanya tetap tersampaikan dengan baik, seolah-olah saya ikut merasakan apa yang Sekar rasakan.

(-) Meskipun tanpa adegan teriak dan lempar barang, keputusan Sekar untuk bekerja kembali dan keputusan Prabu untuk menerima tawaran di Singapura--yang saya anggap sebagai klimaks--cukup membuat dada saya sesak. Sedangkan kehadiran Wira--yang saya anggap sebagai anti-klimaks--membuat mata saya berkaca-kaca. Namun, saya tidak merasakan interaksi yang intim antara Sekar dan Prabu sebagai suami istri. Misalnya respon Prabu atas kehamilan Sekar yang biasa-biasa saja, juga interaksi mereka di bagian ending yang kurang tereksplor.

(+) Diksinya pas. Didukung dengan kosakata yang kaya, sehingga jauh dari kesan membosankan.

(-) Terdapat beberapa keterangan yang tidak konsisten. Misalnya nama yayasan yang didirikan oleh Bu Yani.

(+) Selain tema yang menarik, begitu banyak hikmah yang tersirat dalam cerita ini.

Mbok Ijah - Halaman 135 (Dok. Pribadi)
RATING
Empat dari lima bintang untuk pemenang Lomba Novel "Wanita dalam Cerita" ini :)

Tentang masa lalu (Dok. Pribadi)
~~~

495 kata


21 comments:

  1. dapat empat bintang berarti buku ini sangat bagus ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukunya bagus dan saya suka... kalau sangat bagus dan saya suka banget, saya kasih lima bintang :D

      Delete
  2. Resensi yang komplit. Hmm .. mungkin ttg karakter yang membingungkan itu perlu dijelaskan lagi mbak Lia biar bisa menjadi masukan buat penulisnya, di mana membingungkannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. barusan udah lia edit mba (mumpung DLnya nanti malem), smoga skrg udah lebih jelas...
      makasih ya mba :)

      Delete
  3. empat bintang dari lima berarti nilainya 8

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangankan empat bintang,3 bintang saja berarti itu novel sangat diminati dipasaran ya mas,,

      Delete
    2. kalau skala nilai A-E, berarti nilainya B :)

      Delete
  4. berarti bagus ya isi bukunya

    ReplyDelete
  5. emapat bintang dari 5 berarti udah termasuk bagus ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, bisa membuat emosi pembaca (saya) teraduk-aduk :)

      Delete
  6. setelah membaca semuanya ternyata bagus juga ya kyanya isi ceritanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, kita bisa belajar dari sekar untuk berdamai dgn masa lalu :)

      Delete
  7. Kalau dapat 4 bintang berarti bagus banget ni novel ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya ada kelebihannya ada kekurangannya juga :)

      Delete
  8. jadi penasaran mbak, tadi baca reviewnya juga diblog lain

    ReplyDelete
  9. Paket komplit nih resensinya..kemarin ke gramed kok lupa ya sama novel ini..gak bisa ikutan deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya sayang ga bisa ikutan lombanya... tp ga akan rugi loh klo tetep baca bukunya :)

      Delete
  10. resensi yang bikin penasaran. Jadi pengen beli bukunya ... *siap-siap nambah budget

    ReplyDelete