Monday, April 9, 2018

Review: Metamorphoself



Detail Buku
Judul: Metamorphoself
Penulis: Komunitas Ngarujak
Penerbit: DmS Publishing
Cetakan: I, Februari 2018
Tebal: 246 halaman
ISBN: 978-602-51311-1-0

Blurb
Metamorphosis ulat menjadi kupu-kupu merupakan gambaran dari Allah SWT, tentang suatu perubahan yang baik. Ketika masih menjadi ulat, ia hanya dapat bergerak secara perlahan dengan jarak tempuh yang pendek. Dan tidak sedikit manusia, yang merasa jijik dan menjauh ketika bertemu dengannya. Tapi ketika dia mulai berpuasa saat proses metamorphosisnya dalam kepompong, ia kemudian menjadi kupu-kupu yang cantik dan disukai oleh seluruh umat manusia. Kini ia tidak hanya menggeliat, tetapi terbang dan mampu menjelajahi muka bumi dengan jarak puluhan kilo meter.
Diambil dari kisah nyata dari para penulisnya. Buku ini menyajikan cerita penuh hikmah tentang proses-proses hijrah dari seorang manusia terkhusus dari kalangan wanita. Rintangan, tantangan, serta air mata, menjadi hal yang wajib ada dalam proses hijrah mereka. Namun, ada saja pertolongan dan lindungan Allah SWT yang senantiasa menjadikan penguat untuk tetap bertahan dalam proses "hijrah", dan tentu saja menjadi hikmah bagi kita semua. Temukan mutiara-mutiara hikmah dari sebuah proses hijrah, hanya dalam buku ini.

Dibaca
Maret 2018

Review
Secara garis besar, hijrah dibedakan menjadi dua macam. Pertama, hijrah makaniyah yaitu berpindah tempat, seperti kegiatan perpindahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Kedua, hijrah maknawiyah. Sifatnya lebih luas, bukan hanya berpindah tempat, tetapi berganti keyakinan, pemikiran, kesukaan, dan akhlak. Tentunya ke arah yang lebih baik ya. Hijrah dalam konteks Islam berarti memutuskan atau meninggalkan apa yang dibenci Allah menuju apa yang dicintaiNya.

Dalam buku ini, teman-teman dari Komunitas Ngarujak menceritakan pengalaman hijrahnya masing-masing. Sebelum membahas isi bukunya, kenalan dulu yuk sama komunitas ini.

Ngarujak merupakan akronim dari NGAji seRU moJAng Kreatif, yaitu komunitas yang menjadi wadah bagi muslimah di Bandung untuk berdakwah dalam karya. Komunitas ini memang masih muda, baru dibentuk pada bulan September tahun 2015 dan diresmikan pada bulan Januari tahun 2016. Tapi sangat produktif loh. Mereka memiliki program rutin tholabul ilmi, skill, dan sosial. 

Bulan November yang lalu, saya pernah mengisi materi online di WA Group penulis Ngarujak. Berbagi sedikit pengalaman tentang serba-serbi menulis buku antologi. Eh, ternyata setelah itu prosesnya cepat banget. Bulan Februari, buku antologinya sudah terbit. Yup, buku Metamorphoself ini.

Ada sembilan mojang yang berkontribusi dalam buku ini. Tulisan pertama dibuka oleh kisah Alit Listianingsih dengan judul Bersiaplah Duhai Muslimah Penghuni Surga. Penulis menceritakan bagaimana proses hijrahnya pada akhir tahun 2016. Saat itu dia mendengar tausyiah di sebuah masjid terkenal di daerah Gegerkalong. Hatinya tergugah. Namun ketika bermuhasabah, tak ada setetes pun air matanya yang jatuh. Padahal dari kanan, kiri, depan, belakang, terdengar suara isak tangis.

Sejak kejadian tersebut, dirinya selalu gelisah. Bertanya-tanya, apa yang salah sehingga hatinya menjadi keras. Hingga suatu hari dia menonton sebuah video tentang akhir zaman yang membuatnya tersadar. Setelah itu, ketika kembali bermuhasabah, air mata dan rasa penyesalan pun mengalir deras.

Pada hari itu, setelah keluar dari masjid tersebut, saya seperti terlahir kembali, menjejaki langkah yang baru, memupuki bibit yang baru tertanam dan menunggu untuk menuainya.
(Halaman 10)

Cerita pembuka yang sangat menarik. Apalagi penulis juga menguraikan tanda-tanda akhir zaman, kemudian ditutup dengan ajakan kepada pembaca untuk semangat berjuang di jalan Allah dan mendapat ridho-Nya. Bagi saya pribadi, cerita akhir zaman selalu membuat bulu kuduk merinding dan menjadi pengingat yang dahsyat agar senantiasa memperkuat keimanan.

Selanjutnya ada Heny Wijaya dengan tulisannya yang berjudul Muslimah Harus Berkarya. Dia mengajak pembaca untuk berkarya, memberikan manfaat bagi sekitar dan menebar kebaikan untuk orang lain. Penulis memaparkan kisah inspiratif dari beberapa muslimah yang sudah berhasil dengan karyanya. Mulai dari seorang ibu yang telah mendidik 10 anaknya menjadi penghafal Al-Quran, seorang wanita yang sukses menjadi motivator termuda se-Asia Tenggara, dan lain-lain.

Lalu ada Yulianis yang dalam tulisannya dengan judul Hijrah dan Ukhuwah, menunjukkan betapa indahnya memiliki teman-teman yang bisa saling menyemangati dan mengingatkan karena Allah. Adapun Heny Saripah dalam tulisannya yang berjudul Hijrah "Embun di Padang Gersang", menceritakan proses hijrahnya di tengah lingkungan yang kurang kondusif. Dia tinggal di daerah di mana sering terjadi maksiat dan pemurtadan. 

Pelangi Hijrah merupakan tulisan dari Atiasih tentang proses hijrahnya yang indah. Keputusannya untuk berhijrah membuat jumlah teman-temannya berkurang drastis. Namun dia tak peduli karena kini bisa hidup bahagia dan lebih tenang.

Kisah pun bergulir pada ranah asmara. Anggia Nur Angriani dalam tulisannya yang berjudul Hijrah-Istiqomah dalam Penantian menuturkan masa lalunya yang dia sesali, berpacaran. Sekarang dia sudah berhijrah dan membagikan tips bagi pembaca agar istiqomah menjemput cinta dengan cara yang disukai-Nya.

Kemudian Dea Nursyifa menceritakan pengalamannya melakukan ta'aruf hingga menikah dengan laki-laki yang kini sudah menjadi suaminya dalam tulisan yang berjudul Cinta Sejatiku. Penulis juga memaparkan hal-hal apa saja yang harus disiapkan menuju pernikahan. Sedangkan Nova, melalui tulisannya yang berjudul Untaian Asmara Rumah Tangga, memberikan pencerahan bagaimana mengatasi masalah yang terjadi dalam rumah tangga. 

Terakhir, buku ini ditutup dengan tulisan yang dirangkai oleh Nikki Sarah Yuliana, judulnya Let's Go Public. Penulis menyeru pembaca untuk menjadi agen perubahan yang mengajak orang-orang untuk berhijrah ke jalan-Nya. Dia pernah terdiam saat ditanya: "Apakah yang sudah kamu lakukan untuk Islam?" Nah, hal tersebut yang menjadi latar belakang bagaimana penulis membentuk komunitas Ngarujak. Keren ya....

Mulai saat ini kita harus bertekad untuk menjadi manusia yang luar biasa dan bukan menjadi manusia yang biasa saja. Jadilah sosok yang positif, kontributif, dan dinamis dalam menjawab tantangan dari Allah sebagai Agent of Change.
(Halaman 226)

Lalu penulis melengkapi tulisannya dengan menguraikan serba-serbi Go Public serta tips dan triknya. 

Buku yang luar biasa. Dengan berbagai macam penuturan sesuai gaya bahasa masing-masing--ada yang santai, formal, menggebu, dan lain-lain, Metamorphoself menghadirkan kisah based on true story yang penuh hikmah dan menginspirasi. Wajib dibaca oleh muslimah zaman now ;)

Read more >>

Wednesday, March 28, 2018

Review: Tahun Terakhir Dena



Detail Buku
Judul: Tahun Terakhir Dena
Penulis: Purba Sitorus
Penyunting: Muhajjah Saratini
Penerbit: Laksana
Cetakan: pertama, 2018
Tebal: 204 halaman
ISBN: 978-602-407-313-8
Harga: Rp 50.000

Blurb
Tahun depan.
Tahun depan mimpi Dena harus terwujud. Ini tahun terakhirnya jadi siswa SMU Harapan. Dena ingin beasiswa kuliah ke luar negeri, meninggalkan neraka ini.
Waktu gurunya bilang nilai sempurna saja tidak cukup, Dena kebat-kebit. Demi rekomendasi dari gurunya, dia rela melakukan apa saja. Termasuk mengajari Adit agar nilai matematikanya membaik.
Adit! Cowok bandel, tajir, dan suka bikin repot. Tapi ternyata kok seru juga bergaul dengan mereka. Dunia Dena jungkir balik. Untuk pertama kalinya, Dena tidak yakin dengan pilihan hidupnya.
Begitulah tahun terakhir Dena berlangsung. Tahun terakhir yang membuatnya memandang masa SMA dari sisi yang berbeda.

Dibaca
21-22 Maret 2018

Review
Ngapain sih emak-emak baca buku beginian? Bukannya baca buku pengasuhan anak, keuangan rumah tangga, atau apa gitu? Deuh, justru emak-emak perlu baca novel remaja seperti ini supaya tetap happy di tengah rutinitas menyelesaikan pekerjaan rumah dan mengurus anak yang enggak pernah ada habisnya. 

Jadi, tokoh utama dalam novel ini adalah Dena. Dia merupakan siswa penerima beasiswa di SMU Harapan. Sekolah elit yang sebagian besar isinya adalah anak-anak yang kayanya enggak ketulungan--hang out-nya saja ke Orchard dan Paris. Meski menduduki kasta terendah di sekolah tersebut, Dena bertahan demi mencapai mimpinya--kuliah di luar negeri.

Aku tidak boleh lengah. Beratus-ratus jam aku belajar gila-gilaan memperhitungkan segalanya. Setiap nilai adalah langkah kecil untuk mendapatkan kebebasanku. Ini adalah jawaban kenapa aku ngotot masuk ke SMU Harapan lewat jalur beasiswa. Sekolah itu punya reputasi cemerlang dan koneksi di banyak tempat.
(Halaman 30)

Tahun ini merupakan tahun terakhir Dena di SMU Harapan. Hidupnya hanya diisi dengan belajar dan bergosip dengan Farah--sahabatnya sesama penerima beasiswa. Hingga suatu hari, Pak Broto--guru Matematika--memberinya proyek untuk mengajari Adit--siswa paling bandel di sekolah--sebagai pengganti kegiatan ekstrakurikuler. Demi rekomendasi dari Pak Broto, Dena pun rela melakukan hal yang selama ini selalu dihindarinya--bersinggungan dengan anak-anak populer. 

Aku harus berhasil mendongkrak nilai Adit, mendapatkan pujian Pak Broto, dan menerima surat rekomendasi berisi pujian dari sekolah.
(Halaman 56)

Namun sejak bergaul dengan Adit dan teman-temannya, hidup Dena berubah seratus delapan puluh derajat. Dia jadi sering mengabaikan tugas sekolahnya, bertengkar dengan Farah, bahkan berbohong pada ibunya hanya untuk bersenang-senang bersama teman-teman barunya. 

Dalam satu titik, hidupku meledak tidak keruan.
(Halaman 183)

Ternyata enggak salah saya memilih untuk membaca buku ini. Novel bersampul warna-warna manis ini memang cukup menghibur. Penulisnya berhasil mengajak saya bernostalgia mengenang masa-masa SMA dulu. Pembagian tugas kelompok, begadang menghadapi ujian, ruang laboratorium bahasa yang enggak pernah dipakai, toilet yang mengerikan, perpustakaan dengan aroma khasnya, hingga pesona cowok cakep dan bandel yang sulit dielakkan, hihihi.... 

Selain itu, saya juga suka sekali gaya penulisannya yang sangat rapi. Jadi, meski ceritanya ringan dan gaya bahasanya santai khas remaja, bukan berarti ditulis asal-asalan. Novel ini nyaman banget dibaca. 

Karakter tokoh-tokohnya kuat dan konsisten. Alur ceritanya pun mengalir dengan plot yang enggak tertebak. Sama sekali enggak membosankan. Melalui sudut pandang orang pertama, emosi saya ikut hanyut dalam kisah persahabatan dan konflik keluarga yang dialami Dena. Sayang bagian cinta-cintaannya kurang banyak. Eh, bagus sih, anak SMA mah mending fokus belajar aja, hehehe....

Yang pasti, novel ini recomended untuk dibaca oleh para remaja. Di dalamnya terdapat pesan positif yang disampaikan secara halus tanpa terkesan menggurui.

Bebas memilih bukan berarti bukan berarti lepas dari konsekuensi. Semua pilihan pasti ada timbal baliknya.
(Halaman 186)

Read more >>

Tuesday, March 27, 2018

Pengumuman Pemenang Giveaway: Arteri(o)

Terima kasih ya buat teman-teman yang sudah meramaikan giveaway novel Arteri(o) karya SJ. Munkian dari Bitread Publishing di blog ini. Kini saatnya saya mengumumkan siapa pemenang yang beruntung.  

So, langsung saja ya. Saya sampaikan selamat kepada...

Farida Endah

Silakan segera mengirim biodata (nama, alamat lengkap, dan nomor telepon) ke email sweet_donath@yahoo.com dengan subjek "Pemenang Giveaway Arterio", paling lambat tanggal 31 Maret 2018.

Bagi teman-teman yang belum beruntung, enggak perlu sedih. Karena blog tour ini masih berlangsung di delapan blog lain ;)



Read more >>

Sunday, March 18, 2018

Blogtour + Giveaway: Arteri(o)


Detail Buku
Judul: Arteri(o) 
Penulis: SJ. Munkian
Editor: Auliya Millatina Fajwah
Desainer Cover: Heriyana Darsono
Penerbit: Bitread Publishing
Cetakan: 2017
Tebal: 410 halaman
ISBN: 978-602-5634-3-6

Blurb
Seseorang yang menekuni bidang medis umumnya berperingai ramah, penyabar, dan punya kepedulian yang tinggi untuk menolong mereka yang terluka, tetapi itu tidak berlaku bagi Zag Waringga, dia tipikal pemarah, emosian, juga pendendam. Alih-alih menciptakan ramuan yang dapat menyembuhkan, Zag justru menciptakan racun paling mematikan. Lain halnya dengan Nawacita, dia adalah sosok yang begitu perhatian, penuh belas kasihan, tetapi terlampau naif, padahal dia memiliki potensi istimewa yang selangka bintang jatuh, yakni merasakan detak jantung beserta aliran darah secara terperinci.

Arteri(o) akan mendenyutkan sebuah kisah yang berangkat dari pertanyaan: apakah tempat yang kini kau tempati sudah tepat? Bagaimana jika itu tidak sesuai dengan karakter dan tujuan hidupmu? Apakah petuah di mana pun kau ditempatkan Tuhan selalu punya alasan, perlu direvisi?

Arteri(o) sebagai pembuluh yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh bagian tubuh, akan mengajakmu ke dunia yang lain dari pada yang lain, kisah yang meletupkan fantasi, aksi, konspirasi, dan tentu saja romansa yang tepat menghujam jantungmu.

Aku ingin menjadi arteri sang pembuluh, yang bersama degup terjujurmu mengarungi setiap ruas jaringan tanpa sekalipun berpikir melewatkannya.

Dibaca
5 - 11 Maret 2018

Review
Akhirnya, sejak kemunculan novel pertamanya beberapa tahun yang lalu, kini telah hadir kembali karya terbaru dari  SJ. Munkian. Setelah Maneken, saya memang menunggu karya selanjutnya dari penulis muda berpotensi ini. Penantian saya pun terjawab dengan lahirnya Arteri(o) di awal tahun 2018--yang konsepnya sudah dimulai sejak penulisnya duduk di bangku SMP. Wuih....

Arteri(o) merupakan novel fantasi, sesuai dengan spesialisasi sang penulis. Dari cover-nya saja, saya sudah yakin bahwa novel ini menjanjikan cerita yang keren. Teman-teman perhatikan deh gambar pada cover-nya. Meskipun dibolak-balik, judulnya bisa tetap dibaca Arteri(o). Anak saya--yang berusia 7 tahun-pun telah membuktikannya. "Bunda, judulnya dibaca dari sini atau dibaca dari sana, sama ya," katanya antusias. "Iya sayang, itu namanya ambigram," hihihi....

Memang isinya tentang apa sih? Apa pula arti dari Arteri(o)?

Jadi, kisah dalam novel ini dibuka dengan penuturan Zag Waringga tentang lima jurusan di Akademi yang berada di Kartanaraya. Yaitu:
  • Lazuar adalah mereka yang mencintai ilmu hayati.
  • Vitaera adalah mereka yang mendalami ilmu tentang manusia.
  • Arterio adalah mereka yang menggandrungi ilmu tentang kesehatan.
  • Pragma adalah mereka yang menekuni ilmu praktis.
  • Zewira adalah mereka yang memaknai tentang kedalaman pikiran dan kekuatan.

Kelima jurusan tersebut bukan hanya merupakan cabang ilmu, namun juga menjadi status sosial yang berlaku seumur hidup. Zag berada di Arterio. Sayang, dia sama sekali tidak merasa bangga, bahkan benci menyandang statusnya.

Novel ini memang diawali dengan pembuka yang menarik dan membuat penasaran. Saya jadi bertanya-tanya, apa sih yang menyebabkan Zag bersikap dingin, senang menyendiri, dan selalu marah-marah. Padahal dia sangat pandai loh meracik ramuan. Di mata pelajaran Racik Ramuan, saat banyak teman sekelas yang gagal, Zag berhasil membuat Angkara atau ramuan kemarahan dan Balada atau ramuan kesedihan.

Namun Zag juga lebih sering membuat jenis ramuan pembunuh daripada ramuan penyembuh. Seperti yang terjadi pada mata pelajaran Farmacipta, dia malah menciptakan ramuan penghilang kesadaran, penghambat fungsi syaraf sementara, pengurang detak jantung, dan peningkat kerabunan.

Hobinya pun menyelinap ke Laboratorium Tumbuhan Kuno dan Racun serta membuat dua macam ramuan terlarang. Salah satunya adalah Sommosa yaitu ramuan perusak yang paling mengerikan.

Ternyata sikap Zag tersebut disebabkan oleh dua hal. Selain karena Arterio bukan jurusan yang populer--karena masyarakat Kartanaraya memiliki tingkat kesehatan yang sangat baik dan tidak pernah sakit, juga karena Zag menyimpan dendam atas kematian ayahnya di medan perang sebagai prajurit yang melawan Jaharu beberapa tahun sebelumnya.

Kini Jaharu kembali menyerang Kartanaraya. Pemerintah mengabarkan bahwa mereka telah menguasai sebagian Kota Purwa. Kekecewaan Zag semakin besar karena dia tidak terpilih menjadi bagian dari Laskar Patriot yang akan membantu para Zewira menyelamatkan Kota Purwa. Padahal Zag sudah mempersiapkan diri dengan sangat baik untuk menghadapi ujian, salah satunya dengan sering berlatih bersama Lankurt, sahabatnya di Zewira.

Di Arterio, Zag memiliki dua orang sahabat--Datroit dan Nawacita Lummie, namun Zag sebenarnya terpaksa berteman dengan mereka. Berbeda dengan Zag, sejak kecil Datroit dan Cita memang mendambakan Arterio. Apalagi Cita, dia termasuk murid yang cemerlang di setiap mata pelajaran. Namun karena bakat yang dimilikinya--merasakan serta memanipulasi detak jantung, aliran darah, dan tarikan napas, Cita harus pindah ke Zewira.

Ironis bukan? 

Saya merasa sangat terhibur membaca novel ini. Cerita fantasinya memberikan pengalaman baru yang menyenangkan. Walaupun disajikan dalam jumlah halaman yang cukup tebal, saya bisa tetap menikmati setiap lembar kisahnya. Hal ini disebabkan oleh gaya penuturan yang ringan dan mengalir dipadukan dengan diksi yang tajam ciri khas penulis.

Dari segi pengembangan cerita, penulis benar-benar memperhatikan bagian-bagiannya dengan sangat baik. Mulai dari alur yang dibuat maju mundur, sehingga aliran cerita tidak monoton dan membosankan. Plot yang luar biasa dan twist yang mengejutkan, membuat emosi saya ikut naik turun. Serta konsep dunia baru yang lengkap dan mendetail. Tidak ada adegan yang serba kebetulan, semua sudah ada clue-nya di sepanjang cerita. 

Begitu pun dari segi penokohan. Semua tokoh memiliki karakter yang kuat dan konsisten. Ada dua sudut pandang penceritaan yang digunakan pada cerita ini. Pertama dari sisi Zag, lalu dilanjutkan dari sisi Cita, kemudian kembali dari sisi Zag. Penulis berhasil membedakan keduanya dengan jelas.

Memang sih ada beberapa hal yang disinggung dalam novel ini namun tidak diuraikan lebih lanjut. Pantas saja, karena di akhir cerita penulis menjelaskan bahwa rupanya Arteri(o) ini hanya bagian awal dari beberapa seri yang sedang disiapkan olehnya. Wow! 

Kesimpulannya, recomended. Novel ini bukan hanya menyajikan pencarian jati diri seseorang, tetapi juga menguraikan makna yang begitu dalam dari petuah 'Di mana pun kau ditempatkan, Tuhan selalu punya alasan'. Ditambah lagi, diwarnai pula dengan adegan aksi yang menegangkan serta tentu saja tak ketinggalan cerita romansa yang menghanyutkan. 

"Kenapa cinta sejati dapat menyembuhkan?"
"Sebab cinta sejati mengalir sampai ke jantung."
(Halaman 143)


Giveaway
Apakah teman-teman tertarik juga bertualang di dunia Arteri(o)? Ada kabar baik nih. Saya akan memberikan 1 eksemplar buku Arteri(o) untuk 1 orang pembaca blog ini yang beruntung.

Persyaratannya mudah kok.
Seandainya memiliki kemampuan membuat ramuan seperti Zag, ramuan apa yang akan teman-teman ciptakan? Tuliskan nama ramuan dan fungsinya ya....
  • Jawaban ditulis melalui komentar pada postingan ini dengan format:
Jawaban:
Nama:
Akun Instagram:
Akun Twitter:
Link Share:
  • Giveaway berlangsung pada tanggal 18 - 24 Maret 2018. 
  • Pemenang akan diumumkan paling lambat pada tanggal 28 Maret 2018.

Yuk, ikut dan ajak teman-teman yang lain oke ;)


Read more >>

Tuesday, November 28, 2017

Resensi Jenang Bukan Dodol @ Koran Jakarta

Alhamdulillah, setelah kegiatan membaca buku yang terhambat karena mempunyai bayi, resensi saya dimuat lagi di Rubrik Perada Koran Jakarta pada hari Senin, 27 November 2017. Sayang, suami enggak berhasil mendapatkan versi cetaknya. Memang agak susah kalau di Bandung. 

Berikut tulisan versi asli yang saya kirim.

~~~


Menikmati Jajanan Tradisional Indonesia Melalui Kisah Seorang Juru Masak

Detail Buku
Judul: Djoeroe Masak - Jenang Bukan Dodol
Penulis: Dyah Prameswarie
Editor: Ferrial Pondrafi
Penerbit: Metamind
Cetakan: Pertama, Juni 2017
Tebal: xii + 148 halaman
ISBN: 978-602-9251-38-8
Harga: Rp 47.000

Resensi
Sedayu adalah seorang gadis Yogya. Statusnya sebagai mahasiswi, tidak pernah menghalangi dirinya untuk selalu membantu Ibuk mengolah berbagai jenang seperti jenang grendul, jenang delima, dan jenang sumsum di dini hari. Selepas subuh, dia juga membantu Ibuk menjajakan jenang pincuk di salah satu jongko Pasar Ngasem. Biasanya para pembeli sudah mengantre dengan wajah tak sabaran (hal. 3).

Suatu pagi, Sedayu dan Ibuk menemukan pembeli yang sikapnya kurang sopan. Bahkan pria muda yang tampan itu mengira bahwa jenang merupakan jenis jajanan yang sama dengan dodol. Padahal di daerah lain, jenang grendul biasa disebut candil. Sedayu langsung bisa menebak bahwa pria ini turis lokal yang entah nyasar atau memang sengaja mencari jenang Ibuk (hal. 6).

Pria itu bernama Aidan. Dia merupakan seorang chef yang baru setahun lulus kuliah dari jurusan kuliner di New York. Pilihannya tersebut ditentang oleh ayah dan ibunya. Namun setelah lulus, ayahnya ingin Aidan segera pulang dan menantangnya untuk membuka restoran yang bercita rasa Indonesia di Bandung.

Aidan menerima tantangan tersebut. Dia membuka restoran yang diberi nama A. Pada hari pembukaannya, seratus orang dari berbagai kalangan termasuk food blogger dan kritikus makanan hadir untuk mencicipi sajian yang sudah disiapkan oleh Aidan dan timnya. Sayang, karirnya langsung hancur saat itu juga karena bubur sumsum yang disajikan sebagai hidangan penutup malah basi. Dia dibilang chef yang payah karena tak mengenali makanan negeri sendiri (hal. 37).

Merasa telah mengecewakan ayahnya, Aidan sengaja datang mencari Ibuk untuk meminta ditunjukkan cara membuat jenang dan kue-kue tradisional lainnya. Agar dia bisa belajar dari ahlinya. Awalnya Ibuk menolak. Namun melihat bagaimana Aidan mengiba, akhirnya Ibuk mendelagasikan tugas tersebut kepada Sedayu.

Rupanya Sedayu bukan hanya mengajarkan Aidan cara membuat jenang. Dia juga berusaha mengembalikan rasa percaya diri Aidan. Seperti yang sudah bisa ditebak, bersama aroma santan dan gula merah, Sedayu dan Aidan pun mulai saling menyukai. Beberapa kali Aidan memergoki Sedayu sedang menatapnya dan setiap kali ia balik menatap gadis manis itu, Sedayu akan tersipu malu, menundukkan kepala lalu pergi dari hadapan Aidan (hal. 42).

Namun tiba-tiba Aidan harus kembali ke Bandung, membuat hubungan mereka menjadi buruk. Sedayu merasa cemburu pada Alisha, gadis yang membuat Aidan pergi meninggalkan dirinya. Dia merasa dimanfaatkan. Begitu pun Aidan, pria itu merasa frustasi karena Sedayu enggan memberi tahu bahan rahasia untuk membuat jenang agar enak seperti yang sudah dijanjikannya.

Konflik semakin terasa panas ketika Aidan sekali lagi mempertaruhkan karirnya sebagai juru masak. Dia menantang Tria, mantan sous chef di restorannya, untuk melakukan cooking battle. Mereka sepakat untuk menyajikan Indonesia platter, sepiring makanan yang mewakili jajanan pasar Indonesia (hal. 52).

Jenang Bukan Dodol merupakan buku pertama dari seri Djoeroe Masak. Selain judul ini masih ada tiga judul lain, yaitu Kelab Makan Siang Rahasia, Nona Doyan Makan, serta Sembah dan Berkah. Setiap cerita berdiri sendiri, namun memiliki benang merah. Semuanya menjadikan Sedayu dan Aidan selaku tokoh utama.

Sebagai fiksi kuliner, cerita dalam buku ini begitu memanjakan para pembaca pecinta kuliner. Jenang tidak sekadar digunakan sebagai tempelan, namun juga menjadi penggerak cerita. Penulis begitu lihai memadukan tulisan dan rasa. Mengajak pembaca turut merasakan manis, gurih, dan legitnya jajanan tradisional Nusantara. 

Novel ini diperkaya dengan beberapa resep kuliner khas Indonesia pada bagian belakangnya. Bukan sembarang resep, karena resep tersebut berasal dari koleksi pribadi penulis dan sudah pernah diuji coba sendiri. Terakhir, ilustrasi yang cantik menjadi nilai tambah dalam novel bersampul merah ini.

~~~

Sedangkan tulisan versi yang sudah diedit oleh tim redaksi bisa dibaca di sini ;)

Read more >>

Tuesday, October 24, 2017

Blog Tour Pinocchio Husband: Pemenang Giveaway



Terima kasih ya buat teman-teman yang sudah meramaikan giveaway novel Pinocchio Husband karya Pia Devina dari Penerbit Twigora di blog ini. Kini saatnya saya mengumumkan siapa pemenang yang beruntung.  

So, langsung saja ya. Saya sampaikan selamat kepada...

 Desita Wahyuningtias

Silakan segera mengirim biodata (nama, alamat lengkap, dan nomor telepon) ke email sweet_donath@yahoo.com dengan subjek "Pemenang Giveaway Pinocchio Husband", paling lambat tanggal 28 Oktober 2017.

Bagi teman-teman yang belum beruntung, enggak perlu sedih. Karena blog tour ini masih berlangsung di beberapa blog lain ;)


Read more >>

Monday, October 16, 2017

Blog Tour Pinocchio Husband: Giveaway



Ini dia yang ditunggu-tunggu. Saya mempunyai 1 (satu) eksemplar buku Pinocchio Husband karya Pia Devina dari Penerbit Twigora untuk 1 (satu) orang yang beruntung. Caranya gampang banget.

Berikut syaratnya:
1. Memiliki alamat pengiriman di Indonesia.
2. Follow akun media sosial berikut: 
3. Share info giveaway ini di salah satu akun media sosialmu dengan hashtag #PinocchioHusband dan mention ketiga akun di atas. 
4. Beri komentar di postingan Wawancara dengan Pia Devina dan Review Pinocchio Husband
5. Tulis komentar pada postingan ini dengan format:
  • Nama:
  • Akun Twitter:
  • Akun Instagram:
  • Link Share:
6. Giveaway berlangsung pada tanggal 16-22 Oktober 2017. 
7. Pemenang akan diumumkan paling lambat pada tanggal 25 Oktober 2017.

Yuk! Ikut dan ajak teman-teman yang lain ya :)

Selanjutnya, Blog Tour Pinocchio Husband: Pemenang Giveaway


Read more >>