Showing posts with label islam. Show all posts
Showing posts with label islam. Show all posts

Wednesday, October 24, 2018

Review: Hijrah Sakinah


Detail Buku
Judul: Hijrah Sakinah - Mengatasi 55 Masalah Utama Pernikahan Semudah Senyum
Penulis: Hanny Dewanti
Penyunting: Ilona Alle
Penerbit: Ikon (Imprint Penerbit Serambi)
Cetakan: I, September 2018
Tebal: 240 halaman
ISBN: 978-602-61440-8-9
Harga: Rp 82.000

Blurb
Buku ini diperuntukkan bagi Anda yang sedang kalut dengan permasalahan rumah tangga.
Buku ini diperuntukkan bagi Anda yang sedang bingung arah rumah tangga kacau balau ini.
Buku ini diperuntukkan bagi Anda yang sedang mempersiapkan diri untuk belajar tentang bagaimana berumah tangga.
Buku ini juga diperuntukkan bagi Anda yang sedang mempertimbangkan untul mengakhiru rumah tangga.
Jika hari ini ada kesempatan, jangan ke mana-mana dulu. Buatlah secangkir teh hangat dan nyalakan muratal terbaik yang Anda sukai, lalu duduk sejenak untuk membaca buku ini. Buku ini akan menemani Anda dan menjawab pertanyaan-pertanyaan besar dalam rumah tangga untuk Anda. Insha-Allah.

Review
Awalnya saya merasa sedikit ragu untuk membaca buku ini. Soalnya tema yang diangkat cukup berat, masalah rumah tangga. Apalagi saat membaca blurb-nya, duh jadi maju-mundur. Bukannya apa-apa. Saat ini kan saya sedang mempunyai bayi. Dengan waktu membaca yang sangat terbatas, rasanya kalau ada kesempatan untuk mencuri-curi membaca buku, saya lebih senang memilih buku fiksi yang ringan dan menghibur saja, hohoho....

Tapi karena penasaran dengan temanya yang sangat menarik, saya pun mulai melahap buku ini. Dan enggak menyesal. Setelah dibaca, isinya memang berat dan padat. Diperkuat dengan dalil dari Al-Quran dan hadist pula. Namun... disampaikan dengan gaya bahasa yang ringan dan santai. Asyik dan seru deh. Jauh banget dari membosankan. Teknik penulisannya rapi, dengan cara penuturan yang runut. Membuat saya susah untuk berhenti membaca.

Buku ini terbagi dalam 10 bab, yang di dalamnya terdapat beberapa sub bab lagi menjadi 55 masalah utama dalam rumah tangga. Sebagai gambaran bagi teman-teman, berikut pembagian babnya.
  • Setelah Gebyar Pesta 
  • Finansial yang Harus Transparan
  • Soal Anak yang Membuat Galak
  • Pekerjaan Rumah? Pekerjaan Siapa?
  • Jarak yang Semakin Jauh
  • Tetangga, Oh Tetangga
  • Media Sosial Membuat Antisosial
  • Hancurnya Dinding Kesetiaan
  • Penghancur Rumah Tangga
  • Ini Keluarga Kita, Bukan Mereka
Yang ditutup dengan bab Sebelum Berpisah sebagai bahan renungan bagi teman-teman yang sedang mempertimbangkan untuk bercerai.

Unik-unik ya judul babnya. Begitupun dengan judul sub babnya. Pembahasannya lengkap banget. Mulai dari masalah rumah tangga yang tampak "ringan" seperti pekerjaan rumah dan tetangga. Kemudian masalah rumah tangga yang cukup berat seperti KDRT dan perselingkuhan. Hingga masalah rumah tangga yang biasanya tabu untuk dibahas dalam masyarakat kita, seperti seks dan keuangan.

Dalam tulisan yang berjudul Istri Itu Celengan Suami, para istri diingatkan agar bisa mengelola keuangan rumah tangga dengan lebih baik lagi. Bahwa uang yang diberikan suami, maupun uang yang dihasilkan sendiri oleh istri akan dimintai pertanggungjawabannya. Apalagi di zaman yang serba online ini, di mana begitu banyak godaan belanja untuk para istri, hehehe....
Istri kan memang celengan suami. Istri tidak harus bekerja mencari nafkah seperti suami. Namun, istri wajib menjadi parasut agar saat suami jatuh rasanya tidak terlalu menyakitkan.
(Halaman 36)
Kemudian saya senyum-senyum sekaligus terharu saat membaca tulisan yang berjudul Istriku Pembantu Gratisanku. Penulis menceritakan tentang seorang ayah yang menolak lamaran seorang laki-laki yang baru lulus dan sudah dapat kerja. Kenapa? Karena pandangan laki-laki tersebut mengenai seorang istri. 
"Jadi, setelah Neng seharian bantu orang tuamu di warung, terus pulang ke rumah mengerjakan pekerjaan rumah tangga gitu?"
"Iya, bener, Pak."
"Jadi, kamu mau menikahi anak saya biar dapat pembantu gratis di warung orang tuamu?"
(Halaman 74)
Hihihi.... Hai para suami, melakukan pekerjaan rumah tangga itu enggak akan mengurangi kejantanan kok. Justru hal tersebut bisa membuat istri semakin hormat dan sayang. Memang setiap rumah tangga itu enggak sama kondisinya. Kalau memang seorang suami enggak bisa membantu pekerjaan istrinya, cukup tunjukkan saja perhatian dan jangan terlalu banyak menuntut seperti yang dibahas penulis dalam tulisan yang berjudul Paling Tidak, Pedulilah Saja Dulu.

Lalu bagaimana apabila hadir perempuan lain dalam rumah tangga? Penulis memaparkan cara mengatasinya dalam tulisan yang berjudul Predator Itu Bernama Pelakor.
Kita perlu melakukan klarifikasi. Tapi, lakukan dengan cara yang anggun. Sungguh, keanggunan perempuan dinilai dari caranya bertutur kata. Selesaikan urusan ini dengan baik. Cari pihak ketiga yang amanah untuk menjadi mediator. Bagaimana dengan pelakornya? Tenang. Allah Maha Adil dan Mengetahui. Sungguh azab Allah sangat pedih.
(Halaman 170)
Dan masih banyak masalah rumah tangga lain yang dibahas dalam buku ini. Seperti hubungan dengan ipar, pola asuh anak, riba, suami yang cemburu, hobi, fenomena reuni serta kopdar, dan lain-lain. Beberapa masalah rumah tangga cukup relate dengan kehidupan saya, namun sebagian besar membuat saya tercengang. Menambah wawasan dan menjadi pelajaran yang dapat diambil hikmahnya.

Pertama, masalah dalam pernikahan itu merupakan hal yang biasa. Daripada menanggapi dengan emosi berlebihan, lebih baik menghadapinya dengan tenang.
Ya memang tidak mudah. Kalau mudah, pernikahan tidak akan disebut sebagai penyempurna agama.
(Halaman 210)
Kedua, apapun masalahnya, yang penting terus jaga komunikasi antara suami dan istri. 
Yang diperlukan hanyalah bibir untuk bercerita dan telinga untuk mendengar.
(Halaman 214)
Meski desainnya didominasi warna pink yang unyu-unyu, buku ini bisa dibaca baik oleh laki-laki maupun perempuan. Namun saya bertanya-tanya juga sih, kenapa mesti pink ya, khawatir mata menjadi lelah. Eh, ternyata enggak loh. Dipadukan dengan font yang nyaman dibaca, buku ini enggak membuat mata lelah. 

Kesimpulannya, buku ini benar-benar recomended. Dapat memberikan pencerahan menuju keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah.

Read more >>

Friday, October 28, 2016

Review: My First Qur'an Story [3]

my first qur'an story
Detail Buku
Judul: My First Qur'an Story
Penulis: Tasaro GK
Penyunting: Yadi Saeful Hidayat
Ilustrator: Rizqia Sadida
Penerbit: Mizania Kids
Cetakan: I, Mei 2016
Tebal: 312 halaman
ISBN: 978-602-418-025-6
Harga: Rp 199.000

Review 
Sebelumnya Review: My First Qur'an Story [2]

Kali ini, saya akan berbagi pengalaman menggunakan buku My First Qur'an Story untuk melatih whole language pada Jav. Kebetulan beberapa waktu yang lalu, saya baru mengikuti kelas literasi di sekolah Jav.

Apa saja whole language itu? Whole language bukan hanya membaca dan menulis seperti dalam calistung. Whole language yaitu kemampuan berbahasa secara utuh. Terdiri dari menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Itupun sebelum dipraktikkan, anak harus terlebih dahulu dipastikan bahwa kebutuhan bergeraknya sudah terpenuhi ya.

Latihan Menyimak.
Yaitu memperbanyak kosakata yang dimiliki anak dengan cara membacakan cerita. Kisah-kisah pada buku My First Qur'an Story menggunakan gaya bahasa yang sederhana sehingga mudah dimengerti oleh Jav. Namun tetap menggunakan diksi yang menarik, sehingga Jav enggak merasa bosan. Tentu saja harus dibarengi dengan intonasi yang mendukung. Selain itu, dengan membacakan cerita para nabi dari buku My First Qur'an Story, bukan hanya dapat memperkaya kosakata Jav tetapi juga menambah wawasannya terutama dalam hal pengetahuan agama Islam. 

Latihan Berbicara.
Salah satu caranya yaitu dengan meminta anak untuk menceritakan gambar pada buku. Kadang, saya meminta Jav untuk bergantian membacakan beberapa kisah dalam buku My First Qur'an Story. Iya, Jav belum bisa membaca tulisan. Oleh karena itu, saya memintanya untuk membaca gambar dan menceritakannya dengan kalimat sendiri. Ilustrasi pada buku My First Qur'an Story cantik-cantik. Ditambah dengan ingatan Jav dari cerita yang sudah pernah saya bacakan, dia pun bisa bercerita dengan lancar. Lucu deh.

Latihan Membaca. 
Bukan dengan cara mengeja seperti n-a na b-i bi nabi. Tetapi belajar mengenal huruf dulu, lalu secara bertahap mengenal suku kata, dan terakhir mengenal kata. Untuk mengenal huruf, Jav sudah bisa. Sekarang saya sedang melatih Jav untuk mengenal suku kata. Jadi saya meminta Jav untuk mencari suku kata tersebut di dalam buku My First Qur'an Story. Contohnya mencari suku kata ba, bi, bu, dan seterusnya. Seru loh. Apalagi, jenis huruf, ukuran huruf, dan jarak antar baris yang digunakan pada buku My First Qur'an Story pun pas sehingga dapat dibaca oleh Jav dengan jelas. 

Latihan Menulis. 
Bisa dengan cara meraba huruf dengan tekstur tertentu. Kebetulan tulisan judul pada sampul buku My First Qur'an Story menggunakan huruf yang timbul. Jav bisa belajar tracing huruf pada tulisan judul tersebut menggunakan jari telunjuknya. 

Kesimpulannya, buku My First Qur'an Story ini bagus banget. Manfaatnya bukan hanya dapat menambah pengetahuan anak mengenai kisah para nabi serta meningkatkan bonding antara orang tua dan anak. Namun bisa juga digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak.

Read more >>

Friday, October 21, 2016

Review: My First Qur'an Story [2]

my first quran story
Detail Buku
Judul: My First Qur'an Story
Penulis: Tasaro GK
Penyunting: Yadi Saeful Hidayat
Ilustrator: Rizqia Sadida
Penerbit: Mizania Kids
Cetakan: I, Mei 2016
Tebal: 312 halaman
ISBN: 978-602-418-025-6
Harga: Rp 199.000

Review 

Jadi sebetulnya, sebelum mempunyai buku ini, saya sudah mempunyai buku yang sama namun dalam versi yang berbeda. Penulisnya sama, Tasaro GK. Penerbitnya juga sama, Mizania Kids. Terus apa dong bedanya? Hihihi.... Enggak usah bingung, saya jelaskan ya. Selain perubahan judul buku dari Seri Kisah Al-Quran Pertamaku menjadi My First Qur'an Story, berikut perbedaan lainnya.

Pertama, isinya. Dalam buku versi lama cetakan tahun 2013 ini, satu buku hanya berisi satu cerita. Saya kurang tahu nih, Seri Kisah Al-Quran Pertamaku ini terdiri dari berapa jilid. Saya sih baru mempunyai empat judul, yaitu Gagak Pintar dan Nabi Adam A.S., Unta Tabah dan Nabi Shaleh A.S., Merpati Romantis dan Nabi Ibrahim A.S., serta Serigala Malang dan Nabi Yusuf A.S. Adapun pada buku versi baru, satu buku berjudul My First Qur'an Story terdiri dari lima belas cerita. Meskipun konsekuensinya buku menjadi lebih berat, namun jadi lebih praktis juga. 

Kedua, ukurannya. Buku Seri Kisah Al-Quran Pertamaku versi lama memakai kertas ukuran B5. Sedangkan buku My First Qur'an Story versi baru ini disusun pada kertas berukuran A4. Jadi lebih mantap ya karena memberi ruang yang lebih besar bagi ilustrasi pendukungnya. 

Ketiga, jenis kertasnya. Meskipun sama-sama dikemas dengan sampul jenis hard cover, namun jenis kertas di bagian isi pada kedua versi buku ini berbeda. Kertas jenis art paper yang digunakan pada buku versi lama, enggak digunakan lagi pada buku versi baru. Jadi, buku versi barunya menggunakan kertas HVS.

Keempat, ilustrasinya. Ilustrator pada buku Seri Kisah Al-Quran Pertamaku versi lama yaitu Alie Fachri bersama Erry Gusnadin dan Indra J. Kesannya lebih ceria dengan pilihan warna-warna terang. Sedangkan ilustrator pada buku My First Qur'an Story versi baru yaitu Rizqia Sadida. Ilustrasinya berupa lukisan dengan pilihan warna yang lebih lembut.

my first quran story
Bagi saya pribadi sih, buku My First Qur'an Story versi yang baru ini lebih menarik. Jav juga begitu. Kalau diminta untuk memilih, dia lebih senang dibacakan kisah para nabi dari buku versi yang baru. 


Read more >>

Sunday, October 16, 2016

Review: My First Qur'an Story [1]

my first quran story

Detail Buku
Judul: My First Qur'an Story
Penulis: Tasaro GK
Penyunting: Yadi Saeful Hidayat
Ilustrator: Rizqia Sadida
Penerbit: Mizania Kids
Cetakan: I, Mei 2016
Tebal: 312 halaman
ISBN: 978-602-418-025-6
Harga: Rp 199.000

Review 
Sejak mengandung Jav, saya memang mulai berburu buku cerita anak Islami, termasuk diantaranya buku yang memuat tentang kisah nabi dan rasul. Tentu saja karena saya ingin mengenalkan kisah-kisah Al-Quran pada Jav sejak usianya masih dini. Kenapa harus memiliki bukunya? Kenapa saya enggak langsung mendongeng saja? Itu karena saya suka mati gaya kalau mendongeng. Yup, saya sudah mencobanya beberapa kali pada Jav, dan... garing. 

Beruntung, saya sudah menemukan buku tersebut. Saya tinggal membacakan saja ceritanya dan Jav bisa mendengarkan sambil menikmati ilustrasinya. Tapi sebenarnya saya masih kurang puas sih. Karena buku yang pertama ilustrasinya kurang oke, cara penulisannya pun berantakan, sehingga saya harus banyak melakukan improvisasi. Adapun buku yang kedua, ilustrasinya oke, cara penulisannya rapi, tapi tulisannya panjang-panjang. Kalau yang ini saya simpan dulu untuk Jav kalau usianya sudah agak besar dan bisa membaca sendiri.

Hingga akhirnya saya menemukan buku ini, My First Qur'an Story yang ditulis oleh Tasaro GK dan diterbitkan oleh Mizania Kids--penerbit buku-buku untuk anak Muslim. Melihatnya secara sepintas saja, saya langsung suka. Pertama, dari nama penerbit dan penulisnya, insya Allah berkualitas ya. Kedua, dari sampulnya, berupa hard cover dengan ilustrasi yang cantik. 

Begini isinya....

my first quran story

Setiap musim semi di sebuah kerajaan binatang di tengah hutan belantara bernama Kerajaan Rimba Raya, seluruh rakyatnya berkumpul di alun-alun kerajaan. Secara bergiliran, binatang-binatang tersebut menceritakan kisah istimewa yang pernah mereka alami. 

my first quran story

Cerita pertama dituturkan oleh seekor gagak yang pintar. Nenek moyangnya, pernah menjadi saksi kehidupan Nabi Adam A.S. Setelah diusir dari surga, Nabi Adam A.S. dan Hawa tinggal di bumi. Kemudian mereka memiliki dua anak kembar. Yang pertama Qabil dan Iqlima, adapun yang kedua Habil dan Layutsa. Sejak kecil hingga dewasa, Qabil selalu mengganggu Habil. Ketika Qabil menyakiti Habil hingga meninggal, dia belajar cara mengubur jasad saudaranya dari burung gagak.

my first quran story

Cerita selanjutnya dituturkan oleh seekor unta. Pada zaman Nabi Shaleh A.S., kaum Tsamud menolak ajakannya untuk menyembah Allah. Maka Allah memberi mukjizat kepada Nabi Shaleh A.S. dengan mengeluarkan seekor unta betina dari pecahan gunung. Nabi Shaleh A.S. meminta kaum Tsamud untuk tidak mengganggu unta tersebut, namun pemimpin kaum Tsamud malah membunuhnya. Akhirnya Allah menghukum kaum Tsamud dengan bencana gempa.

Ada pula burung merpati yang bercerita tentang kisah Nabi Ibrahim A.S., serigala yang bercerita tentang kisah Nabi Yusuf A.S., domba yang bercerita tentang kisah Nabi Ismail A.S., paus yang bercerita tentang kisah Nabi Yunus A.S., dan lain-lain. Sudut pandang yang digunakan pada buku ini memang unik. Terdapat lima belas kisah dalam Al-Quran yang dituturkan oleh lima belas binatang yang hidup pada zaman nabi-nabi. Termasuk Nabi Uzair A.S. dan Nabi Khidir A.S., turut diceritakan juga.

Setiap kisahnya memiliki judul yang menarik, nama binatang dan sifat khasnya disandingkan dengan nama nabi yang dikisahkannya. Seperti Paus Wangi dan Nabi Yusuf A.S., Semut Beriman dan Nabi Sulaiman A.S., Ikan Misterius dan Nabi Khidir A.S. Di bawah judulnya dilengkapi dengan ayat Al-Quran yang menjadi referensi cerita. 

my first quran story

Gaya bahasanya pun sederhana sehingga mudah untuk dicerna anak-anak. Serta didukung dengan tipe huruf dan ilustrasi yang penuh warna dan memanjakan mata. 

Rating
Empat dari lima bintang. Sangat direkomendasikan bagi teman-teman yang ingin mengenalkan dan mendekatkan anak atau keponakannya pada kisah nabi-nabi dengan cara yang menyenangkan ;)

Selanjutnya, Review: My First Qur'an Story [2]

Read more >>

Monday, August 18, 2014

Review: Putusin Nggak, Ya?

Dok. Pribadi
Detail Buku
Judul: Putusin Nggak, Ya?
Penulis: Edi Akhiles
Editor: Rusdianto
Penerbit: Safirah
Cetakan: Pertama, Juni 2014
ISBN: 978-602-7968-60-8
Harga: Rp 45.000 Rp 33.750 (beli di Diva Press)

Review
"Wahai para pemuda, siapa di antara kamu telah mampu menikah maka hendaklah menikah. Sesungguhnya, menikah itu bisa mencegah pandangan (kepada yang dilarang oleh agama) dan memelihara kehormatan. Dan, barang siapa tidak sanggup menikah, hendaklah ia berpuasa. Karena puasa itu menjadi perisai bagi nafsunya (syahwatnya)." (HR. Bukhari dan Muslim)
Jadi pacaran itu enggak boleh ya? Pacaran itu haram? Harus langsung nikah? Terus, kalau belum mampu nikah harus puasa tiap hari? Waduh…. Mungkin begitu pikiran para remaja muslim yang jangankan mempunyai biaya untuk menikah, untuk makan dan kuliah saja masih meminta pada orang tua. Namun sebaliknya, sebagai manusia normal, memiliki rasa tertarik pada lawan jenis tentu merupakan hal yang wajar, sunnatullah.

Berangkat dari hal tersebut, maka penulis tergerak untuk menyusun buku ini. Sebuah kajian mendalam mengenai seluk beluk pacaran dalam Islam.
"Pak Edi, saya sendiri pacaran hampir tiga tahun. Setiap kami bertemu diisi diskusi tentang hidup. No hold hands and no something else. Masak iya suruh putusin aja, hello…." (Aditya Meilia, halaman 70)
Islam merupakan agama yang rahmatan lil-'alamin, shalih likulli zamanin wa makamin. Rahmat bagi semesta alam, berlaku sepanjang zaman dan tempat. Maka dari itu, dalil-dalil dalam al-Qur'an dan hadits yang sifatnya umum, dalam penerapannya membutuhkan penafsiran yang lebih aplikatif, disesuaikan dengan zaman yang terus bergerak. Namanya hukum fiqh, termasuk diantaranya hukum yang mengatur mengenai hubungan antara laki-laki dan perempuan.
Dalam menafsirkan sebuah dalil, hal mutlak pertama dan utama yang harus dipegang yaitu maqashidusy syar'i, maksud/tujuan dasar syariatnya. (halaman 85)
Maqashidusy syar'i dari hadits di atas yaitu untuk menjaga kehormatan. Apabila seseorang berpacaran sebagai ajang penjajakan yang serius untuk menuju pernikahan, serta tidak melakukan kegiatan yang mengarah pada hubungan bebas sehingga kehormatannya tetap terjaga, maka hal itu diperbolehkan.

Jadi kesimpulannya penulis menganjurkan untuk pacaran? Pacaran itu halal? Ya enggak juga. Jawabannya berbeda bagi setiap orang, kembali pada diri masing-masing. Halal atau haramnya pacaran berdasar pada kejujuran hati nurani dan kemampuan pengendalian diri masing-masing. Karena ada juga orang yang jangankan berpacaran, baru melirik lawan jenis sedikit saja otaknya sudah berpikir ngeres, tentu saja haram baginya untuk berpacaran. Apalagi kalau niatnya hanya untuk nganu :p

Gimana? Sependapat dengan penulis? Atau tetap menganggap bahwa pacaran itu mutlak haram? Well, di buku ini penulis juga mengutip dawuh Imam Syafi'i sebagai berikut.
"Kebenaran dalam pandanganku mengandung satu kesalahan dalam pandangan orang lain. Dan, kebenaran dalam pandangan orang lain mengandung satu kesalahan dalam pandanganku." (halaman 243)
Bukankah perbedaan itu rahmat? Jadi, mari saling menghormati apabila terdapat perbedaan pemikiran. Yang pasti, niat penulis menyusun buku ini bukanlah untuk mengakali dalil-dalil al-Qur'an dan hadits. Penulis hanya ingin memperkaya khazanah pemikiran dalam hukum fiqh Islam.

Supaya tidak terjadi salah paham, memang buku ini harus dibaca dari awal sampai akhir. Buku setebal 252 halaman ini mengupas tuntas tentang hubungan laki-laki dan perempuan dari berbagai sudut pandang. Mulai dari pembahasan mengenai perbedaan cinta dan syahwat, perbedaan jatuh cinta dan jatuh syahwat, hakikat menjaga kehormatan, makna pacaran dan ta'aruf, sampai persiapan sebelum menikah dan manfaat menikah.

Kelebihannya…
  • Hukum hubungan antara laki-laki dan perempuan dibahas secara lengkap dan jelas.
  • Dilengkapi dengan dalil-dalil al-Qur'an dan hadits, serta berbagai pendapat dari para ulama dan cendekiawan muslim.
  • Latar belakang penulis yang terpercaya. Pak Edi merupakan alumnus PP Manbaul Ma'arif, Denanyar, Jombang serta kandidat doktor Islamic Studies UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
  • Gaya bahasa yang digunakan sangat mencirikan khas Pak Edi, ringan dan mudah dipahami.
  • Meskipun mencantumkan pandangan-pandangan yang tidak sesuai dengan dirinya, tetap disampaikan secara sopan dan santai.
  • Bisa dibaca oleh siapa saja. Mulai dari remaja sampai orang tua yang mempunyai anak remaja.
  • Mencantumkan alamat email dan membuka diskusi lanjutan secara online.
Kekurangannya…
  • Ilustrasi yang kurang unyu :D

Read more >>