Saturday, October 4, 2014

Review: Eleanor & Park

Dok. Pribadi
Detail Buku
Judul: Eleanor & Park
Penulis: Rainbow Rowell
Penerbit: ST. Martin's Griffin
Tebal: 325 halaman
Cetakan: International Edition, October 2013
ISBN: 978-1-250-05399-2
Harga: Rp 125.000 Rp 101.250 (beli di Books & Beyond)

Review
Senang banget rasanya bisa punya buku ini. Selain karena review-nya yang selalu positif, juga karena cover-nya yang manis banget. Sukaaa…. Dan setelah baca isinya, semakin enggak menyesal. Terbilang telat, tapi biarin lah :p

Jadi, buku ini bercerita tentang Eleanor dan Park. Ya iyalah udah ketauan dari judulnya juga :D Eleanor merupakan murid baru dengan penampilan yang mencolok. Rambutnya keriting berwarna merah menyala, badannya besar, dan gaya berpakaiannya pun tidak wajar. Pantas saja jika dia sudah dijadikan sebagai bahan ejekan oleh murid lain sejak pertama kali menaiki bus sekolah. Melihat Eleanor mulai putus asa karena tidak mendapatkan tempat duduk di dalam bus sekolah, Park memberikan tempat di sebelahnya. Perbuatan spontan yang sempat dia sesali.
Park couldn't think of a way to get rid of her on the bus. Or a way to get rid of himself. So he put his headphones on before the girl sat down and turned the volume all the way up. Thank God she didn't try to talk to him. (Hal. 15)
Setelah beberapa kali duduk bersama tanpa pernah bertegur sapa, Park menyadari bahwa ternyata Eleanor ikut membaca komik yang sedang dibacanya. Akhirnya kebekuan di antara mereka pun mulai mencair. Buku dan musik, menjadi awal dari interaksi mereka. Semakin lama, mereka semakin dekat dan menjadi tertarik satu sama lain.
Holding Eleanor's hand was like holding a butterfly. Or a heartbeat. Like holding something complete, and completely alive. (Hal. 71)
Hubungan tersebut diwarnai dengan rasa ragu di antara keduanya. Eleanor yang berasal dari keluarga broken home, merasa tidak pantas untuk mencintai dan dicintai. Sementara itu, Park merasa malu berpacaran dengan Eleanor. Apalagi, Mindy--ibu Park juga menunjukkan ketidaksukaannya pada Eleanor. Namun seiring dengan berjalannya waktu, semua berjalan dengan lancar. Kecuali, bahwa mereka harus menyembunyikan hubungan tersebut dari keluarga Eleanor, terutama dari Richie--ayah tirinya.

Maka, ketika Richie mengetahui semuanya, hubungan mereka pun terancam putus.
"I just can't believe that life would give us to each other," he said, "and then take it back." "I can," she said. "Life's a bastard." (Hal. 305)
Karakter kedua tokoh utama dalam novel ini benar-benar unik dan manusiawi. Eleanor, wajar apabila kepribadian dan gaya berpakaiannya menjadi seperti itu. Selain harus menerima keadaan tinggal bersama ayah tiri yang kejam dan pelit, dia juga gemas terhadap sikap ibunya yang tidak berdaya. Ayah kandungnya pun tidak peduli dengan keberadaan dia dan adik-adiknya. Park, walaupun hidup dalam keluarga yang harmonis, namun dia merasa tidak nyaman dengan pandangan ayahnya yang menganggap bahwa dia anak yang lemah.

Latar cerita tahun 1986, membuat kisah Eleanor dan Park menjadi semakin menarik. Aroma vintage-nya cukup kental. Terutama adegan pacaran lewat telepon itu loh. Jadi teringat masa muda, hihihi….

Kisah cinta sepasang remaja ini diceritakan menggunakan sudut pandang orang ketiga, namun bergantian dilihat dari dua sisi, Eleanor dan Park. Saya selalu suka model penceritaan yang bergantian seperti ini. Hanya saja, mungkin akan terasa lebih nyaman dibaca jika menggunakan sudut pandang orang pertama.

Hal yang menurut saya paling menarik dari buku ini yaitu chemistry antara Eleanor dan Park. Padahal alur ceritanya biasa saja, tapi emosinya dapat banget. Apalagi adegan-adegan di bagian akhir cerita yang rasanya benar-benar nyeseukEnding-nya menggemaskan dan membuat penasaran pula.

Rating
Tiga setengah dari lima bintang untuk cerita yang mengingatkan saya what it's like to be young and in love :)

19 comments:

  1. i know rainbow rowell, penulis super subur - ide dan bodynya....i love her...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, saya baru baca satu buku ini... harus baca karya dia yg lain nih :)

      Delete
  2. Edisi terjemahannya ada nggak ya? Hehe ^^v

    ReplyDelete
  3. hadeuh, hidup terasa sangat indah masih bisa nyempetib beli dan baca buku yang lumayan tebel 350 halaman kan eleanor park nya, nanti kalau udah selesai, tak pinjem boleh kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wadduh kang silembu tidak modal, bisanya mau minjem doang,, hehe,,

      saya juga hobby membaca teh, hanya ceritanya saja dalam versi yang berbeda, kalau saya lebih ke motivasi dan dunia bisnis., kalau ada buku yang menarik pasti saya sempatkan untuk membeli

      Delete
    2. hihihi klo deket mah boleh dipijemin :p

      keren... klo saya, non fiksi sukanya tentang parenting ;)

      Delete
  4. What it's like to be young? Wow very tempting! Makasih reviewnya mbak & salam kenal :)

    ReplyDelete
  5. aku sudah punya novelnya cuma belum sempat baca, thanks for the review :)

    ReplyDelete
  6. Wah saya juga senang dengan buku buku bertema MOTIVASI dan BISNIS. Untuk katagori MOTIVASI saya suka karangan buku ala "7 Keajaiban rezekinya" Mas Ippo Sentosa dll. Keuangan juga suka

    ReplyDelete
    Replies
    1. ikut nyimak juga kang asep mbak nathalia, saya juga sependapat dengan kang asep, saya juga senang ngebaca buku buku motivasi yang bisa membangkitkan semangat kita....

      Delete
    2. saya juga ga keberatan kok kalau dikasih buku notivasi gratis hihihi... klo beli sendiri, lebih seneng yg menghibur :D

      Delete
  7. mampir lagi sambil mau sruput kopi susunya admin ah

    ReplyDelete
  8. Wah jdi penasaran sama endingnya
    Bocorin endingnya donk hihihi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. enggak asyik dong ah klo enggak baca sendiri :p

      Delete