Monday, April 15, 2019

Blogtour dan Giveaway: Diary Gamophobia


Detail Buku
Judul: Diary Gamophobia
Penulis: Liana Safitri
Editor: Diara Oso
Penerbit: Laksana
Cetakan: pertama, 2019
Tebal: 256 halaman
ISBN: 978-602-407-518-7
Harga: Rp 65.000

Blurb
Terlahir dari keluarga yang tak bahagia, Anna memutuskan untuk tidak menikah. Ia bertekad untuk membesarkan dan membahagiakan Sasa, anak mendiang sahabatnya. Suatu ketika ia bertemu Tony, pria yang mengantarkan Sasa pulang dari sekolah. Pertemuan itu tanpa terduga terus berlanjut. Sasa pun merasa sayang pada Tony, bahkan mengakuinya sebagai "papa"-nya di depan teman-teman sekolah. Baik Anna maupun Tony menyadari, ada sesuatu yang mulai berubah. Namun, trauma di masa lalu masih membayangi.

Review
Bagaimana apabila teman-teman melihat seorang anak kecil sedang menangis di pinggir jalan? Langsung berhenti dan menanyakan rumahnya, itulah yang dilakukan Anthony saat dia melihat anak TK menangis kebingungan di pinggir jalan. 

Awalnya Sasa ketakutan dan menolak, namun melihat ketulusan hati Tony, dia pun mau menerima bantuan Tony untuk mengantarnya pulang ke rumah. Dengan sedikit petunjuk, akhirnya Tony dapat menemukan rumah Sasa.

Setelah menunggu beberapa lama dan melalaikan janji dengan kliennya, akhirnya Tony bertemu dengan Mama Sasa, Anastasia yang panik karena telat menjemput Sasa. Tony tidak menyangka bahwa Mama Sasa masih sangat muda.

Karena mobilnya mogok, Tony menerima tawaran Anna untuk minum teh di rumahnya. Berkat hal tersebut, Tony mengetahui hobi Anna yang suka melukis. Merasa tertarik dengan lukisan Anna, Tony pun menawarkan untuk menjual lukisan-lukisan tersebut di galeri miliknya. 

Sejak saat itu, hubungan mereka bertiga semakin dekat. Sasa yang membutuhkan figur seorang ayah, Anna yang sibuk mengurus Sasa seorang diri, dan Tony yang memang menyayangi Sasa, membuat mereka sering berinteraksi.

Sudah dapat melihat ke mana arah jalan ceritanya kan? Sasa sangat senang dengan kehadiran Tony dan menyebut Tony sebagai 'Papa' di hadapan teman-teman sekolahnya. Selain menyayangi Sasa, Tony pun memiliki perasaan khusus pada Anna. Sebenarnya Anna juga mulai merasakan sesuatu pada Tony, namun dia melawan perasaan tersebut. Yup, sesuai dengan judul novel ini, Anna memiliki gamophobia, takut menikah.

"Aku tidak tahu kenapa kamu selalu melukis orang secara terpisah. Ini menyedihkan! Apakah mereka tidak bisa berada dalam satu bingkai yang sama? Berbagi tempat yang sama?" (Halaman 174)

~~~

Diary Gamophobia ini diawali tanpa prolog yang dramatis atau pancingan yang biasanya membuat pembaca pesaran. Walau begitu, novel ini dibuka dengan manis melalui cerita pertemuan antara Tony dan Sasa. Tanpa banyak berbasa-basi, pembaca langsung dihadapkan pada pemicu masalah.

Ada tiga tokoh utama dalam novel ini. Pertama Anna, seorang gadis muda yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang tidak harmonis, kini bekerja sebagai pegawai pabrik boneka rumahan. Kedua Sasa, seorang gadis kecil anak angkat Anna, ayahnya pergi begitu saja dan ibunya sudah meninggal. Serta Tony, seorang pria muda dan mapan pemilik galeri lukisan.

Tema mengenai gamophobia yang digunakan dalam novel ini memang unik dan menarik. Melalui alur maju dengan beberapa adegan flashback, pembaca akan ikut memahami perasaan Anna. Bagaimana masa lalu Anna yang suram masih terus membayanginya hingga kini, meski Anna sudah meninggalkan rumah dan keluarganya.

Selain Anna, kedua tokoh utama dalam novel ini juga memiliki masalahnya masing-masing. Sasa sering dirundung teman sekolahnya karena tidak mempunyai ayah. Begitu pula Tony yang mempunyai masa lalu kelam dan membuatnya sangat menyesal. Dituturkan menggunakan sudut pandang orang ketiga, saya dapat ikut merasakan emosi yang dirasakan semua tokohnya dengan mudah.

Tokoh dalam novel ini memang tidak terlalu banyak. Ada tokoh pendukung seperti Daisy teman Anna, Roy teman Tony, Bu Guru, dan Bi Inem. Mereka semua memiliki peran dan porsi yang tidak berlebihan, namun mendukung berjalannya cerita dengan pas.

Oiya, saya suka bagaimana penulis mengungkap masa lalu Anna dan Tony. Contohnya melalui adegan flashback dari diary dan cerita Bi Inem, sehingga jalan cerita terasa begitu mulus. Didukung dengan gaya bercerita yang formal namun santai, serta teknik penulisan yang rapi.

Latar tempat yang digunakan dalam novel ini adalah Bandung. Wawasan saya bertambah setelah membaca novel ini. Karena sebagai orang Bandung, saya malah baru tahu kalau di Sukamulya ada sentra pembuatan boneka. Dan saya juga baru ngeuh kalau taman di Cilaki itu namanya Taman Pustaka Bunga Kandaga Puspa, hehehe....

Diary Gamophobia adalah karya penulis yang pertama kali saya baca. Salut dengan usaha penulis menunjukkan seluk beluk gamophobia, serta memperlihatkan interaksi antara Anna dan Sasa, Tony dan Sasa, juga Bu Guru dan Sasa yang terasa begitu mengalir dan natural. Konfliknya pun cukup menguras emosi. Membaca novel ini membuat perasaan saya ikut teraduk-aduk. 

"Barangkali obat lupa atau alat penghapus ingatan buruk yang paling manjur dan canggih adalah membuat ingatan baik sebanyak-banyaknya. Dengan demikian ingatan baik itu bisa melawan lalu mengalahkan ingatan buruk." (Halaman 246)

Giveaway
Penasaran enggak sama buku ini? Ingin tahu lebih banyak tentang gamophobia? Atau ingin tahu bagaimana endingnya? Tenang.... Laksana akan memberikan 1 eksemplar buku Diary Gamophobia untuk 1 orang pembaca blog ini loh.

Persyaratannya mudah kok.
Seandainya mencintai orang yang memiliki gamophobia, apa yang akan teman-teman lakukan? 
  • Jawaban ditulis melalui komentar pada postingan ini dengan format:
Jawaban:
Nama:
Akun Instagram:
Akun Twitter:
Link Share:
  • Giveaway berlangsung pada tanggal 15 - 21 April 2019. 
  • Pemenang akan diumumkan paling lambat pada tanggal 23 April 2019.
  • Bagi pemenang, wajib foto buku hadiahnya jika sudah sampai.

Yuk, ikut dan ajak teman-teman yang lain ya ;)


Read more >>

Wednesday, February 6, 2019

Review: Psikologis Suara Hati


Detail Buku
Judul: Psikologis Suara Hati
Penulis: Ivy Rifki
Penyunting: Yogi Vinanda
Penerbit: Kaifa Publishing
Cetakan: 1, 2018
Tebal: 356 halaman
ISBN: 978-602-6611-89-5

Blurb
Di hari ulang tahunnya yang ke-21, Lintar mendapat kejutan dari Dona, perempuan yang selama ini dicintainya, namun Lintar belum berani mengatakannya. Di saat yang sama Lintar harus menerima kenyataan bahwa hidupnya berubah 180 derajat setelah kedatangan arwah Guntur. Lintar dihadapkan pada situasi yang tidak pernah dia bayangkan, dia harus rela berbagi tubuh dengan Guntur.
Erik, laki-laki yang muncul tiba-tiba, dia memegang sebuah buku yang berjudul Book of Life. Buku yang menyimpan seluruh rahasia Guntur.
Akankah Lintar berani mengatakan cintanya pada Dona? Apakah Guntur ingin mengambil alih tubuh Lintar selamanya?
Novel ini menceritakan bagaimana jalinan cinta, persahabatan, dan dendam adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari jiwa manusia.

Review
Novel ini diawali dengan prolog yang menarik dan diksi yang memikat. Tentang proses kelahiran sepasang bayi kembar. Sayangnya, mereka terlahir kembar siam. Dada mereka menyatu dan hanya memiliki satu jantung saja. Tanpa sepengetahuan istrinya, sang ayah memutuskan untuk melakukan operasi pemisahan dan hanya menyelamatkan salah satu dari mereka. 

Kemudian cerita dibuka dengan kisah kehidupan Lintar. Dia hidup bahagia bersama kedua orang tuanya, serta bersama Dona, sahabat yang diam-diam dia sukai. Namun di hari ulang tahunnya, sebuah petir menyambar Lintar dan membuatnya hilang kesadaran. Tubuhnya pun diambil alih oleh Guntur.

Ternyata Guntur adalah kembarannya yang telah meninggal 20 tahun yang lalu. Selama menggunakan tubuh Lintar, gaya dan sikapnya sangat berbeda 180 derajat, membuat orang tua dan teman-teman Lintar kebingungan. 

Ide dari novel ini sangat unik. Memang masih ada beberapa hal yang terasa misterius. Dalam eksekusinya pun, masih ada peralihan latar dan adegan yang membingungkan karena tanpa tanda/pembatas. Namun secara keseluruhan, novel ini cukup menghibur. 

Karakter tokohnya pun cukup kuat dan konsisten di sepanjang cerita. Selain Lintar dan Guntur sebagai tokoh utama, kisah dalam novel ini semakin seru dengan kehadiran tokoh-tokoh pendukung seperti Dona, Lusi, Vega, Mike, dan lain-lain. Ternyata mereka semua memiliki masalah masing-masing sehingga novel ini menyajikan konflik yang lumayan pelik. 

Kisah dalam novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga, membuat saya dapat dengan mudah memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan para tokohnya.

Latar tempat dan latar waktu enggak terlalu dieksplor dalam novel ini. Tapi enggak masalah karena enggak mengurangi keasyikan ketika menikmati ceritanya. Apalagi membacanya sambil mendengarkan alunan gitar dan suara dari penulis. Wuih, mantap.

Novel ini diakhiri dengan ending yang enggak tertebak. Hal yang paling saya suka dari novel ini adalah pesan yang tersirat di dalamnya. Tentang cinta, keluarga, dan persahabatan.

Read more >>

Wednesday, December 5, 2018

Review: Enjoy The Little Things


Detail Buku
Judul: Enjoy The Little Things
Penulis: Kincirmainan
Editor: Afrianty P. Pardede
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Cetakan: pertama, 2018
Tebal: 518 halaman
ISBN: 978-602-04-7937-8
Harga: Rp 98.800

Blurb
Bapak adalah lelaki Jawa yang perfeksionis. Sifat Bapak ini terlihat jelas saat menyelidiki bibit-bebet-bobot calon menantu yang akan menikahi tiga anak gadisnya nanti. Yang Maharani tahu, nama baik Bapak adalah segalanya. Rani tak mau merusak itu. Lebih baik tidak menikah, kalau ternyata suatu hari nanti harga diri Bapak akan terluka karena pilihan Rani.
Namun keadaan ternyata berkata lain. Pada malam ketiga setelah putus hubungan dengan Bima, Maharani bertemu seorang pemuda yang penampilannya membuat Rani sempat meragukan kejantanannya. Hanya saja 'sesuatu' terjadi di antara mereka, khususnya dua bulan setelah pertemuan mereka itu, pasti membuat Rani akan berpikir ratusan kali jika ingin meragukan siapa pun.
'Kecelakaan' yang terjadi antara Rani dan Yudha, si pemuda feminin, membuatnya harus memperkenalkan Yudha sebagai calon menantu kepada sang Bapak.
Bapak, yang ternyata kurang menerima laki-laki berwajah mulus seperti Yudha.
Bapak, yang ternyata tidak menerima ketika orang yang akan menikahi Rani adalah lelaki yang lebih memilih membuka usaha toko kue bukan toko alat listrik atau bangunan.
Seksis memang. Terlebih latar belakang keluarga Yudha sebenarnya membuat Rani berpikir ulang jutaan kali untuk maju. Mampukah Rani menyatukan dua keluarga yang saling bertolak belakang ini dalam pernikahannya dengan Yudha?

Review
Tokoh utama dalam novel yang berjudul Enjoy The Little Things ini yaitu Maharani. Dia seorang gadis Jogja berusia 23 tahun yang sedang merantau, bekerja sebagai staf HRD di sebuah perusahaan di Jakarta. Orangnya polos,  dan ngomongnya lucu campur bahasa Jawa. Rani sangat menyayangi dan menghormati orang tuanya. Makanya, selama ini dia selalu menjaga kepercayaan dan nama baik Bapak dan Bunda meski tinggal di kota metropolitan.

Pasangan Rani dalam novel ini adalah Yudha. Di balik penampilannya yang feminim karena rajin memakai skincare, Yudha merupakan sosok pria yang bertanggung jawab, perhatian, dan super sabar. Sayang, latar belakang keluarganya membuat Yudha enggak percaya diri ketika mulai menjalin hubungan dengan Rani.

Selain Rani dan Yudha, tokoh yang memiliki peran besar dalam novel ini yaitu Bapak dan Jonah. Bapak adalah ayah Rani yang tegas dan berwibawa dengan latar belakang kehidupan Jawanya. Meski gengsian, tapi beliau sangat menyayangi Rani. Adapun Jonah adalah ayah angkat Yudha yang memiliki pemikiran lebih terbuka. Dia merupakan pemilik usaha Pie Mama yang terkenal. Kepribadiannya bisa membuat Bapak syok apabila menjadi besannya, hihihi... Seru deh.

Setting waktu yang digunakan pada novel ini yaitu masa kini. Adapun setting tempatnya sebagian besar berada di Jakarta, seperti tempat kos Rani dan kantor Rani. Selain itu ada juga setting tempat di klub malam Go-Go dan Kedai Pai Mama. Meski porsinya sedikit, namun adegan di sana cukup penting dalam menggerakkan cerita.

Deskripsi setting tempatnya enggak terlalu detail. Tapi enggak masalah, karena perhatian saya sendiri sudah cukup tersita dengan cerita yang seru dan kompleks dalam novel ini.

Novel ini dikisahkan melalui sudut pandang orang pertama, yaitu dari Rani sebagai tokoh utama. Dengan begini saya bisa ikut merasakan dengan persis bagaimana naik turunnya emosi yang dialami Rani dalam kisah ini. 

Gaya bahasanya ringan dan lincah. Cara penyampaiannya pun mengalir dan enggak membosankan. Dengan latar belakang tokoh utama yang berasal dari Jogja, penulis menyelipkan beberapa kata dalam bahasa Jawa. Jadi lebih menarik. Beberapa kata ada yang diberi catatan kaki apa artinya dalam bagasa Indonesia, tapi banyak juga yang enggak. Jadi sebagai orang Sunda saya enggak mengerti apa artinya, hihihi....

Tema dari novel yang diperuntukkan bagi usia 21 tahun ke atas ini bukan hanya menarik, tetapi juga begitu unik. Dengan tebal sebanyak 518 halaman, novel ini berhasil memikat saya dalam konflik yang sangat kompleks.

Banyak pelajaran yang bisa diambil. Tentang risiko melakukan 'sesuatu' di luar nikah. Tentang tanggung jawab. Tentang menikah dan menyatukan dua keluarga. Tentang hubungan antara anak dan orang tua. Dan lain-lain.

Saya suka banget. Very recomended.

Read more >>

Wednesday, October 24, 2018

Review: Hijrah Sakinah

hijrah sakinah

Detail Buku
Judul: Hijrah Sakinah - Mengatasi 55 Masalah Utama Pernikahan Semudah Senyum
Penulis: Hanny Dewanti
Penyunting: Ilona Alle
Penerbit: Ikon (Imprint Penerbit Serambi)
Cetakan: I, September 2018
Tebal: 240 halaman
ISBN: 978-602-61440-8-9
Harga: Rp 82.000

Blurb
Buku ini diperuntukkan bagi Anda yang sedang kalut dengan permasalahan rumah tangga.
Buku ini diperuntukkan bagi Anda yang sedang bingung arah rumah tangga kacau balau ini.
Buku ini diperuntukkan bagi Anda yang sedang mempersiapkan diri untuk belajar tentang bagaimana berumah tangga.
Buku ini juga diperuntukkan bagi Anda yang sedang mempertimbangkan untul mengakhiru rumah tangga.
Jika hari ini ada kesempatan, jangan ke mana-mana dulu. Buatlah secangkir teh hangat dan nyalakan muratal terbaik yang Anda sukai, lalu duduk sejenak untuk membaca buku ini. Buku ini akan menemani Anda dan menjawab pertanyaan-pertanyaan besar dalam rumah tangga untuk Anda. Insha-Allah.

Review
Awalnya saya merasa sedikit ragu untuk membaca buku ini. Soalnya tema yang diangkat cukup berat, masalah rumah tangga. Apalagi saat membaca blurb-nya, duh jadi maju-mundur. Bukannya apa-apa. Saat ini kan saya sedang mempunyai bayi. Dengan waktu membaca yang sangat terbatas, rasanya kalau ada kesempatan untuk mencuri-curi membaca buku, saya lebih senang memilih buku fiksi yang ringan dan menghibur saja, hohoho....

Tapi karena penasaran dengan temanya yang sangat menarik, saya pun mulai melahap buku ini. Dan enggak menyesal. Setelah dibaca, isinya memang berat dan padat. Diperkuat dengan dalil dari Al-Quran dan hadist pula. Namun... disampaikan dengan gaya bahasa yang ringan dan santai. Asyik dan seru deh. Jauh banget dari membosankan. Teknik penulisannya rapi, dengan cara penuturan yang runut. Membuat saya susah untuk berhenti membaca.

Buku ini terbagi dalam 10 bab, yang di dalamnya terdapat beberapa sub bab lagi menjadi 55 masalah utama dalam rumah tangga. Sebagai gambaran bagi teman-teman, berikut pembagian babnya.
  • Setelah Gebyar Pesta 
  • Finansial yang Harus Transparan
  • Soal Anak yang Membuat Galak
  • Pekerjaan Rumah? Pekerjaan Siapa?
  • Jarak yang Semakin Jauh
  • Tetangga, Oh Tetangga
  • Media Sosial Membuat Antisosial
  • Hancurnya Dinding Kesetiaan
  • Penghancur Rumah Tangga
  • Ini Keluarga Kita, Bukan Mereka
Yang ditutup dengan bab Sebelum Berpisah sebagai bahan renungan bagi teman-teman yang sedang mempertimbangkan untuk bercerai.

Unik-unik ya judul babnya. Begitupun dengan judul sub babnya. Pembahasannya lengkap banget. Mulai dari masalah rumah tangga yang tampak "ringan" seperti pekerjaan rumah dan tetangga. Kemudian masalah rumah tangga yang cukup berat seperti KDRT dan perselingkuhan. Hingga masalah rumah tangga yang biasanya tabu untuk dibahas dalam masyarakat kita, seperti seks dan keuangan.

Dalam tulisan yang berjudul Istri Itu Celengan Suami, para istri diingatkan agar bisa mengelola keuangan rumah tangga dengan lebih baik lagi. Bahwa uang yang diberikan suami, maupun uang yang dihasilkan sendiri oleh istri akan dimintai pertanggungjawabannya. Apalagi di zaman yang serba online ini, di mana begitu banyak godaan belanja untuk para istri, hehehe....
Istri kan memang celengan suami. Istri tidak harus bekerja mencari nafkah seperti suami. Namun, istri wajib menjadi parasut agar saat suami jatuh rasanya tidak terlalu menyakitkan.
(Halaman 36)
Kemudian saya senyum-senyum sekaligus terharu saat membaca tulisan yang berjudul Istriku Pembantu Gratisanku. Penulis menceritakan tentang seorang ayah yang menolak lamaran seorang laki-laki yang baru lulus dan sudah dapat kerja. Kenapa? Karena pandangan laki-laki tersebut mengenai seorang istri. 
"Jadi, setelah Neng seharian bantu orang tuamu di warung, terus pulang ke rumah mengerjakan pekerjaan rumah tangga gitu?"
"Iya, bener, Pak."
"Jadi, kamu mau menikahi anak saya biar dapat pembantu gratis di warung orang tuamu?"
(Halaman 74)
Hihihi.... Hai para suami, melakukan pekerjaan rumah tangga itu enggak akan mengurangi kejantanan kok. Justru hal tersebut bisa membuat istri semakin hormat dan sayang. Memang setiap rumah tangga itu enggak sama kondisinya. Kalau memang seorang suami enggak bisa membantu pekerjaan istrinya, cukup tunjukkan saja perhatian dan jangan terlalu banyak menuntut seperti yang dibahas penulis dalam tulisan yang berjudul Paling Tidak, Pedulilah Saja Dulu.

Lalu bagaimana apabila hadir perempuan lain dalam rumah tangga? Penulis memaparkan cara mengatasinya dalam tulisan yang berjudul Predator Itu Bernama Pelakor.
Kita perlu melakukan klarifikasi. Tapi, lakukan dengan cara yang anggun. Sungguh, keanggunan perempuan dinilai dari caranya bertutur kata. Selesaikan urusan ini dengan baik. Cari pihak ketiga yang amanah untuk menjadi mediator. Bagaimana dengan pelakornya? Tenang. Allah Maha Adil dan Mengetahui. Sungguh azab Allah sangat pedih.
(Halaman 170)
Dan masih banyak masalah rumah tangga lain yang dibahas dalam buku ini. Seperti hubungan dengan ipar, pola asuh anak, riba, suami yang cemburu, hobi, fenomena reuni serta kopdar, dan lain-lain. Beberapa masalah rumah tangga cukup relate dengan kehidupan saya, namun sebagian besar membuat saya tercengang. Menambah wawasan dan menjadi pelajaran yang dapat diambil hikmahnya.

Pertama, masalah dalam pernikahan itu merupakan hal yang biasa. Daripada menanggapi dengan emosi berlebihan, lebih baik menghadapinya dengan tenang.
Ya memang tidak mudah. Kalau mudah, pernikahan tidak akan disebut sebagai penyempurna agama.
(Halaman 210)
Kedua, apapun masalahnya, yang penting terus jaga komunikasi antara suami dan istri. 
Yang diperlukan hanyalah bibir untuk bercerita dan telinga untuk mendengar.
(Halaman 214)
Meski desainnya didominasi warna pink yang unyu-unyu, buku ini bisa dibaca baik oleh laki-laki maupun perempuan. Namun saya bertanya-tanya juga sih, kenapa mesti pink ya, khawatir mata menjadi lelah. Eh, ternyata enggak loh. Dipadukan dengan font yang nyaman dibaca, buku ini enggak membuat mata lelah. 

Kesimpulannya, buku ini benar-benar recomended. Dapat memberikan pencerahan menuju keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah.

Read more >>

Friday, October 12, 2018

Blog Tour Black Leather Jacket: Pemenang Giveaway



Terima kasih ya buat teman-teman yang sudah meramaikan giveaway novel Black Leather Jacket karya Aditia Yudis dan Ifnur Hikmah dari Penerbit Twigora di blog ini. Kini saatnya saya mengumumkan siapa pemenang yang beruntung. 

So, langsung saja ya. Saya sampaikan selamat kepada...

Iput A. Futhona

Silakan segera mengirim biodata (nama, alamat lengkap, dan nomor telepon) ke email sweet_donath@yahoo.com dengan subjek "Pemenang Giveaway Black Leather Jacket", paling lambat tanggal 15 Oktober 2018.

Bagi teman-teman yang belum beruntung, enggak perlu sedih. Karena blog tour ini masih berlangsung di beberapa blog lain ;)


Read more >>

Wednesday, October 3, 2018

Blog Tour Black Leather Jacket: Giveaway



Ini dia yang ditunggu-tunggu. Saya mempunyai 1 (satu) eksemplar buku Black Leather Jacket karya Aditia Yudis dan Ifnur Hikmah dari Penerbit Twigora untuk 1 (satu) orang yang beruntung. Caranya gampang banget.

Berikut syaratnya:
1. Memiliki alamat pengiriman di Indonesia.
2. Follow akun media sosial berikut: 
3. Share banner giveaway di bawah ini di salah satu akun media sosialmu dengan hashtag #GiveawayBlackLeatherJacket dan mention kedua akun di atas. 
5. Tulis komentar pada postingan ini dengan format:
  • Nama:
  • Akun Twitter/Instagram:
  • Link Share:
6. Giveaway berlangsung pada tanggal 3-9 Oktober 2017. 
7. Pemenang akan diumumkan paling lambat pada tanggal 12 Oktober 2017.

Yuk! Ikut dan ajak teman-teman yang lain ya :)

Selanjutnya, Blog Tour Black Leather Jacket: Pemenang Giveaway


Read more >>

Tuesday, October 2, 2018

Blog Tour Black Leather Jacket: Review dan Photo Challenge



Detail Buku:
PENERBIT RORO RAYA SEJAHTERA
NOVEL 
Status: BKP 
BLACK LEATHER JACKET 
ADITIA YUDIS & IFNUR HIKMAH 
SC; 14 x 20 cm 
Jumlah Halaman: 370 hlm 
Bookpaper 55 gr; 
ISBN : 978-602-51290-5-6 
Harga: Rp 88,000 

Blurb:
SETIAP CINTA BUTUH REVISI 

Laura tak punya alasan untuk menyukai Aidan. Pertama, novel debut lelaki itu kini mengalahkan novel-novel Laura di rak best seller. Kedua, foto Aidan yang terpampang besar di sampul belakang novelnya semakin mempertajam kecurigaan Laura: lelaki itu hanya penulis romance (genre yang dibencinya!) bermodal tampang. Jadi, maaf deh kalau dia merasa keberatan ketika Laura dipasangkan dengan Aidan untuk proyek novel selanjutnya. Tahu apa lelaki itu soal menulis novel berkualitas? 

Semakin jauh mengenal Aidan, Laura tahu bahwa lelaki itu punya pengetahuan luas tentang thriller, genre cerita favorit Laura. Aidan bahkan hafal kutipan-kutipan Agatha Christie! Sedikit demi sedikit Laura membangun respek tersendiri untuk Aidan—dan belakangan tanpa dia sadari… cinta. 

Tapi sebelum Laura berhasil membuat Aidan tahu tentang perasaannya, lelaki itu menghilang. Membiarkan proyek menulis mereka terbengkalai begitu saja—seolah tak ada artinya. Alih-alih marah, Laura merasa sangat kecewa dengan sikapnya itu. You’re breaking my heart, Aidan, and the saddest part is… you don’t even know about it.

Review
Novel ini dibuka dengan adegan saat Aidan meminta izin pada om dan kakaknya (Richard dan Allan) untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai Chief Technology Officer di perusahaan keluarga supaya bisa fokus melakukan revisi naskah novel Black Leather Jacket. Naskah tersebut merupakan karya ibunya yang belum selesai. Oleh karena itu, Aidan diam-diam menyelesaikannya. Dan ternyata ada penerbit yang tertarik untuk menerbitkannya. Richard tentu saja mengizinkan, namun Aidan harus berjanji agar segera kembali setelah novelnya terbit.

Tak disangka, rupanya Black Leather Jacket menjadi novel best seller bahkan diadaptasi menjadi sebuah film. Aidan pun sadar bahwa dia sangat menikmati hidupnya sebagai penulis. Aidan semakin mantap untuk menekuni passionnya. Namun keputusannya tersebut membuat Allan marah karena harus menanggung pekerjaan adiknya. Hal ini juga memengaruhi hubungan Allan dengan Claudia, tunangannya.
Bukan berarti selama tinggal dan mengurus bisnis keluarga dia merasa terkekang, tapi menjadi penulis jauh lebih menyenangka. Dia merasa jauh lebih hidup.
(Halaman 43)
Lalu ada Laura, penulis senior di penerbit yang sama dengan Aidan. Saat ini, dia sedang berjuang menyelesaikan naskah novelnya yang berjudul Brown Eyes Don't Lie. Sebagai Ratu Thriller, karyanya tidak perlu diragukan. Namun Mya, editornya yang baru, meminta Laura agar memasukkan unsur romance ke dalam karyanya agar kisah dalam novelnya menjadi lebih kaya.

Permintaan yang berat karena Laura tidak suka menulis cerita cinta. Hingga Mya menyarankan Laura untuk bekerjasama dengan Aidan. Tentu saja, awalnya Laura menolak. Namun lama-kelamaan akhirnya dia mau menerima bantuan dari Aidan untuk merevisi naskah novelnya. Sayangnya, saat proyek mereka belum selesai, Aidan tiba-tiba menghilang.
Brown Eyes Don't Lie adalah targetnya, tapi urusan romansa membuat penyelesaian novel itu seperti angan-angan belaka. Susah diraih dan Laura semakin lelah.
(Halaman 50)
~~~

Saya suka sekali dengan tema novel ini, sangat menarik. Tentang penulis dan naskahnya, tentang penulis dan editornya, tentang penulis dan keluarganya, pokoknya all about penulis. Bahwa di balik setiap buku yang saya baca, ternyata ada bermalam-malam lembur yang dilalui penulis, ada berhari-hari riset yang dikerjakan penulis, ada berjam-jam diskusi bersama editor, serta mungkin ada hal lain yang terpaksa dikorbankan penulis seperti Aidan yang mengorbankan keluarganya.

Selain deskripsi fisik tokohnya yang membuat mupeng, wkwkwk..., saya juga suka dengan karakter kedua tokoh utamanya yang sangat bertolak belakang. Aidan yang santai berusaha membantu Laura yang keras kepala. Interaksi di antara mereka tampak kocak di awal, namun seiring bergulirnya cerita mulai terasa serius dan menyenangkan. 

Latar tempatnya digambarkan dengan cukup detail. Memudahkan saya untuk membayangkan dunia Aidan dan Laura. Gaya bahasanya santai dan nyaman dibaca. Dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga, saya dibawa hanyut dalam plot yang enggak tertebak dan penuh teka-teki. Iya, selain gemas dengan sikap Laura yang keras kepala, dan kesal pada Mya yang hobi memaksa hehehe..., saya penasaran sekali dengan kisah antara Richard dan Lani. 

Dulu saya sering membaca karya-karya Aditia Yudis dan Ifnur Hikmah dalam bentuk flash fiction. Bahkan tulisan saya pernah bersanding bersama tulisan mereka dalam buku kumpulan flash fiction yang berjudul 15 Hari. Ceritanya bangga, hihihi.... Namun ini adalah kali pertama saya membaca karya mereka dalam bentuk novel. Duet pula. Keren! Enggak kentara bahwa novel ini disusun oleh 2 penulis. Memang sih ada beberapa pengulangan informasi, tapi enggak masalah.

Novel salah satu pemenang #SAS2BADBOY ini diakhiri dengan ending yang manis hingga saya pun bisa menutup buku sambil tersenyum. Saya juga merasa diingatkan lagi dengan pesan yang tersirat di dalamnya. Tentang memilih prioritas, menyayangi keluarga, dan menyelesaikan tanggung jawab.

Photo Challenge
Dalam photo challenge kali ini, saya diminta untuk menirukan gaya seperti pose di cover Black Leather Jacket. Hihihi.... Sudah mirip belum?


Read more >>