Friday, June 20, 2014

Review Buku: Pre Wedding Rush

Dok. Pribadi
DETAIL BUKU
Judul: Pre Wedding Rush
Penulis: Okke 'Sepatumerah' (@sepatumerah)
Editor: Herlina P. Dewi
Penerbit: Stiletto Book (@Stiletto_Book)
Cetakan: I, Desember 2013
ISBN: 978-602-7572-21-8
Harga: Rp 42.000

REVIEW
"Will you marry me, Menina?" tanya Dewo. 

Pertanyaan Dewo membuatku mematung. Rasanya jantungku berhenti berdetak sesaat. Entah bagaimana ekspresi mukaku. Aku terdiam lama, tak bereaksi.

"Menina?"

"A-apa, Wo?" Aku tergagap.
"Maukah kamu menjadi istriku?" ulangnya, gelisah.
Menjadi istri Dewo?
Waduh!
Aku harus jawab apa? Aku harus jawab apa?
Jawab apa ini? Jawab apaaa?
Aduh.
"Kamu yakin, Wo?" tanyaku bodoh.
"Yakin. Aku yakin kamulah orangnya…." Dewo menjawab dengan sabar.
"Nngng… nggak mau cari orang lain dulu?" Pertanyaanku terdengar semakin bodoh."Nggak, Nin… aku benar-benar yakin. Kamu." Dewo berkata tegas.
(Halaman 29)


Sebagian besar perempuan pasti akan berkata "Yes, I will," sambil menangis terharu atau berteriak bahagia ketika sang kekasih mengucapkan pertanyaan keramat seperti Dewo. Tapi tidak begitu dengan Menina. Saat Dewo melamarnya di hari ulang tahunnya yang ke-28, Menina justru bingung. Walaupun dia menjawab 'iya', tapi hatinya belum benar-benar yakin. Hubungannya dengan Dewo yang baru berjalan sepuluh bulan, membuat Menina bertanya-tanya, apakah dia cukup mengenal Dewo, orang yang akan menjadi pendamping hidupnya sampai mati?

Di tengah kebimbangannya, Lanang (mantan pacar Menina yang membuatnya patah hati karena telah meninggalkannya demi mengejar passion) yang mengetahui rencana pernikahan Menina, mengajaknya untuk melakukan perjalanan bersama menggunakan kereta dari Bandung. Rencananya, Lanang turun di Yogya, sementara Menina melanjutkan perjalanan ke Surabaya untuk mengurus persiapan lamaran. Menina yang tidak pernah bisa membenci Lanang pun akhirnya menerima tawaran tersebut. Dalam perjalanan itu Menina baru menyadari sesuatu.

"Jadi, waktu itu kita putus ya, Nin?" 
Pertanyaannya membuatku tersentak. Aku berusaha membawa ingatanku sampai tiga tahun lalu, sampai saat aku mengantarnya ke bandara. Tidak kutemukan satu pun kata putus! Aku masih ingat kata terakhir yang diucapkan Lanang, "Sampai ketemu lagi, jaga diri baik-baik. 

"Tidak ada kata putus! 

(Halaman 63)

Kekacauan dimulai saat Menina tidak ingin berpisah dengan Lanang dan memutuskan untuk turun di Yogya. Lalu, tanpa diduga sebuah gempa tektonik berkekuatan 5,9 SR menghantam Yogya. Peristiwa tersebut menuntun Menina menemukan pandangan baru terhadap berbagai hal, termasuk hubungannya dengan Dewo dan Lanang.

~~~

Love at first sight, begitulah kesan saya ketika pertama kali melihat cover novel ini. Desain dan warnanya benar-benar cantik! Temanya juga unik, yaitu kisah gempa di Yogya yang dibumbui dengan kisah percintaan. Konflik batin menjelang pernikahan yang 'perempuan banget' membuat saya tertarik untuk membeli dan membaca novel ini.

Tokoh utama dari cerita ini yaitu Menina dan Lanang. Karakter mereka cukup kuat. Menina, sembarangan. Sedangkan Lanang, santai dan selalu penuh kejutan. Lanang memang cukup menggoda, namun tokoh favorit saya yaitu Dewo. Seperti yang dikatakan Agnes (sahabat Menina), Dewo itu husband-material banget, sabar dan selalu bisa diandalkan hihihi….

Karakter yang kuat tersebut didukung dengan setting yang cukup detail. Mbak Okke sangat lihai menggambarkan berbagai suasana, sehingga apa yang saya baca terasa begitu hidup. Apalagi hiruk pikuk suasana gempa dan pascagempa di Yogya yang tidak hanya terasa nyata, tetapi juga memberi wawasan baru bagi saya. Novel ini memang bermula dari laporan pengalaman Mbak Okke sebagai relawan gempa Yogya pada tahun 2006.

Sayang, cerita dibuka dengan adegan yang cenderung datar. Namun adegan flashback pada bab setelahnya cukup membuat saya penasaran untuk terus mengikuti kisah masa lalu antara Menina dan Lanang.

Kisah ini dituturkan melalui sudut pandang orang pertama, yaitu Menina. Maka, emosi yang terbangun terasa begitu kuat. Meskipun gaya bahasa yang digunakan cukup ringan, namun sanggup menyeret hati saya untuk ikut larut dalam kegalauan yang dirasakan Menina. Dialog-dialognya quotable dan renungan-renungannya mencerahkan.

Syukurlah, perasaan galau, kesal, dan bersalah yang ikut saya rasakan berakhir dengan ending yang memuaskan. Saya suka sekali dengan ending-nya yang tidak terduga ini. Genius! Love you, Dewo! Love you, Menina! Love you, Mbak Okke! :D

QUOTE FAVORIT
Kita sering nggak menganggap orang-orang terdekat sebagai anugerah. Seberapa sering kita nggak memedulikan mereka? Kita anggap memang mereka seharusnya ada di sana. We take them for granted. Orang-orang tersebut baru akan terasa istimewa setelah kita kehilangan mereka. 
(Halaman 151)

Pernikahan itu nggak ada hubungannya sama jodoh-nggak jodoh. It's just another stage of life. Sama seperti stage kehidupan lain, untuk bertahan kita harus berusaha dan berjuang. 
(Halaman 201) 

Hidup itu pilihan. Aku selalu bisa memilih yang terbaik untuk diriku dan orang-orang di sekitarku. 
(Halaman 204)

RATING
Pre Wedding Rush merupakan novel solo karya Mbak Okke ketiga yang sudah saya baca. Dibandingkan dengan Istoria da Paz dan Heart Block, saya memang paling suka dengan novel ini. Empat dari lima bintang untuk Menina. Very recomended! :)

~~~~~


26 comments:

  1. Mba Nath, kesini ngabari. Kalau Giveaway saya gak harus pake nokia lumia ya.

    Hanya diminta utk membuat post sesuai tema, terus dikaitkan dg fitur live tiles. Keterangan tentang fitur bisa dicari di internet. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh gt... brarti ga harus nokia pny sendiri yah... sip2 :)

      Delete
  2. Satu lagi novel menambah khasanah sastra Indonesia. Tema percintaan yang selalu menarik. Mengapa kah ragu menerima pinangan Dewo? Jadi penasaran

    ReplyDelete
  3. wah piawai banget yaa bikin resensi novel, mak...aku terus terang menyerah...hihi

    ReplyDelete
  4. Kayak nya buku nya keren deh..
    selainn harga nya juga terbilang cukup murah

    ReplyDelete
  5. Jadinya sama siapa Lanang atau Dewo?..

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah masih sempet baca buku, sampe bisa mereview sedmikian detail dan lengkap, bacanya jadi serasa udah baca seluruh buku pre wedding ciptaan mba Okke ini sampe kehalaman akhir...:-)

    ReplyDelete
  7. Aih, seru ya kayanya. Apalagi ada kuisnya gitu. Good luck :)

    ReplyDelete
  8. Waah dapet 4 bintang berarti keren dong ya. Settingnya pas gempa 2004 ya. Jadi penasaran nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, pas gempa 2006... bikin merinding bacanya...

      Delete
  9. Replies
    1. ayo beli mba, hihihi...
      klo deket sih dipinjemin :D

      Delete
  10. waaaaah jd pengen beli ni mbaaa....
    mbaa mana flashficnya??kangen cerita darimu....

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo beliiii :D
      duh, ga tau knp lg ga smangat nulis FF euy :(

      Delete
  11. Tulisannya Mba Okke bagus-bagus ya, Mak Lia? Aku belum pernah baca, siy...
    Makasiy review-nya Mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. tulisannya slalu mengalir mak, enak dibaca :)

      Delete