Saturday, March 7, 2015

Review: Little Witch Co. 2 - Perjalanan Sihir


Detail Buku
Judul: Little Witch Co. 2 - Perjalanan Sihir
Penulis: Ambiru Yasuko
Penerjemah: Yunita Dwi Susanti
Penyunting: Aan Wulandari Usman
Penerbit: Bentang Belia
Cetakan: Pertama, Oktober 2013
Tebal: 114 halaman
ISBN: 978-602-7975-42-2
Harga: Rp 30.000 Rp 10.000 (beli di Mizan Book Fair)

Review
Kali ini, Perusahaan Sihir - Bagian Daur Ulang Pakaian sedang libur. Silk--penyihir jahit yang cantik, Cotton--kucing pelayannya, dan Nana--si anak manusia, akan menikmati liburan musim panas di vila milik Silk. Uniknya, perjalanan yang dilalui mereka bertiga tidak menggunakan sapu terbang, melainkan permadani perjalanan sihir.


"Sapu memang cocok untuk jalan-jalan. Tapi sekarang ini, semakin sedikit penyihir yang memakai sapu sebagai bagian dari penampilannya," kata Cotton, kemudian mendekatkan wajahnya ke arah Nana dan berbisik, "Sebenarnya Nona Silk tidak begitu pandai naik sapu."
(Halaman 12)
Namun, bukannya sampai ke vila, permadani itu malah membawa mereka ke Perusahaan Sihir - Bagian Perjalanan Sihir. Nana sangat tertarik untuk berkeliling dan melihat-lihat isi toko tersebut.
Ada brosur "Perjalanan Menuju Kastil Drakula di Transilvania", juga "Liburan Musim Dingin Bersama Manusia Salju di Gunung Himalaya".
(Halaman 20)
Mereka kemudian disambut oleh Rune Si Penyihir Kumpulan Sihir dan kucingnya--Circle. Rupanya permadani tersebut rusak karena hanya cukup untuk dinaiki oleh dua orang, bukan tiga orang bersama Nana. Rune berjanji untuk memperbaikinya. Tetapi, karena saat itu sedang liburan musim panas, maka banyak sekali surat permintaan untuk memperbaiki permadani perjalanan sihir. Rune baru bisa memperbaikinya dua sampai tiga hari lagi.

Silk, Cotton, dan Nana pun menginap di sana. Kebetulan, Bagian Perjalanan Sihir sedang mempersiapkan konser musim panas, dan mengundang Chorus Star sebagai bintang tamunya. Mereka adalah kelompok paduan suara yang paling terkenal di antara penyihir. Silk sangat senang.


Tanpa disangka-sangka, di ruang makan, Silk, Cotton, dan Nana bertemu dengan para anggota Chorus Star. Ada Pibu Si Babi, Blush Si Rubah, Fisher Si Musang, dan Sleepy Si Tikus Pendengkur. Tetapi suasana hati mereka rupanya sedang tidak baik. Akhir-akhir ini mereka sering bertengkar setiap membahas seragam seperti apa yang akan dipakai saat konser nanti. Blush Si Rubah memilih gaun merah muda panjang yang anggun. Tapi, Pibu Si Babi lebih menyukai tuksedo beledu yang cantik. Sementara Fisher Si Musang hanya mau memakai celana jin dan kaus. Sedangkan Sleepy Si Tikus Pendengkur menginginkan rok lembut. Kelompok paduan suara tersebut terancam bubar.

Rune berharapa Silk dapat memilihkan gaun untuk mereka. Setelah mendengarkan suara rekaman Chorus Star, Silk mendapatkan ide untuk memperbaiki gaun-gaun tersebut menjadi 'seragam, tapi tak sama'. Seperti apa gaun yang 'seragam, tapi tak sama' tersebut? Baca bukunya deh ;)

Sama seperti buku pertamanya, novel ini cukup menyenangkan untuk dibaca. Ceritanya sederhana, tapi sangat menghibur. Bagian yang paling saya sukai sih, apa lagi kalau bukan adegan yang berkaitan dengan sihir, hihihi.... Ada kamar tamu milik Rune yang sudah diberi 'sistem sihir otomatis'. Sehingga siapapun yang menginap di sana--termasuk Nana dan Cotton yang tidak mempunyai kemampuan sihir, bisa memerintah semua benda mati di dalam ruangan tersebut. Ada juga 'semprotan manik-manik' yang dapat mengubah embun pagi menjadi 'manik-manik embun pagi' yang berwarna-warni sesuai dengan warna kelopak bunganya. Cantik dan berkilauan. Benar-benar memuaskan imajinasi.

Ilustrasinya pun menarik. Sayangnya, hanya ilustrasi bagian awal dan akhir cerita saja yang dicetak berwarna :(

Oiya, misteri yang terdapat di buku pertama mengenai kenapa Nana bisa melihat bangunan Perusahaan Sihir - Bagian Daur Ulang Pakaian yang telah dipasang sihir tersembunyi, akhirnya terjawab di bagian akhir buku ini loh :)


Favourite Quote
"Yang paling penting adalah kita bisa memahami bahwa setiap orang mempunyai kebaikan sendiri-sendiri. Meskipun berbeda, kita bisa jadi teman tanpa harus benar-benar sama!"
(Halaman 81)
Rating
Saya memberikan tiga dari lima bintang untuk buku ke-dua dari seri Little Witch Co. ini.

6 comments: