Saturday, October 14, 2017

Blog Tour Pinocchio Husband: Wawancara dengan Pia Devina


Hai! Senang sekali rasanya karena kali ini saya dipercaya oleh Penerbit Twigora sebagai salah satu host blog tour novel terbaru Pia Devina yang berjudul Pinocchio Husband. Hari pertama, saya awali blog tour ini dengan pertanyaan yang saya ajukan pada Pia Devina. Selamat menikmati.
PROFIL PENULIS 
Farmasis yang tidak lupa bersenang-senang dengan membaca dan menulis fiksi. Di sela quality time bersama keluarga, hobinya adalah menonton drama Korea atau film romance. Suka mendengarkan musik dan menjadikan ‘90s songs sebagai salah satu teman untuk menemaninya menulis. Pinocchio Husband adalah novel solo ketiga belas yang diterbitkan oleh penerbit mayor.
Penulis bisa dihubungi di e-mail piadevina@yahoo.com, atau di sosial medianya, Facebook (Pia Devina), Twitter (Pia Devina), juga blog (devinacandybox.blogspot.com). 
1. Novel Pinocchio Husband ini kan juara 3 Lomba "Sweet and Spicy Romance" ya. Bagaimana ide awal pembuatan naskahnya? 
Saat tahu ada lomba yang diadakan Twigora, saya pengin nulis tentang love-hate relationships dua tokoh utamanya. Ide itu berkembang dengan keinginan ‘membumbui’ konflik keluarga dari salah satu tokoh. Waktu itu saya juga lagi nonton TV dan berpikiran ‘kenapa nggak bikin tokoh utama ceweknya jadi anchor, ya?’. Lalu, dimulai deh cerita awal bertemunya Gwen dan Tristan saat Gwen mewawancarai pria yang nggak dia sangka akan jadi suaminya itu, hehehehe. 
2. Berapa lama proses pengerjaannya? Bagaimana mengatur waktunya di antara kesibukan sebagai istri, ibu, farmasis, dan menonton drama Korea?
Sekitar satu bulan untuk bikin draft awal, sebulanan lagi untuk self-edit. Emang yang butuh effort banget itu di tahap setelah draft awal beres, mesti permak sana-sini sebelum kirim.
Biasanya saya nulis kalau pulang kerja, atau setelah anak tidur. Nggak jarang juga minta suami buat nemenin anak kalau nanny-nya anak lagi pulang kampung, hehehe. Yang paling saya inget, di hari terakhir pengumpulan naskah (deadline dari Twigora), saya mesti ke Bandung, ke rumah orangtua karena mau tahun baruan di sana. Di antara kehebohan persiapan mau acara keluarga, saya minta tolong suami buat full nemenin anak dari siang sampai sore, sementara sayanya ngunci diri di kamar buat finishing naskah (untungnya suami mau, hahaha).
Kalau soal nonton drama Korea, biasanya kalau lagi dikejar deadline nulis gitu frekuensinya jadi lebih jarang. Curi-curi waktu kalau kepala mulai puyeng nulis, salah satu cara refreshingnya ya dengan nonton  
3. Apa pengalaman paling berkesan ketika menulis novel ini?
Yang sebelumnya saya ceritakan. Ngejar deadline dengan ngurung diri di kamar, padahal di rumah ortu lagi heboh siap-siap mau acara tahun baruan (untung nggak dipecat jadi anak sama orangtua) X)
4. Adakah kendala dalam menulis novel ini?
Pinocchio Husband (awalnya naskah ini berjudul Bittersweet Lies) adalah salah satu novel yang bisa dibilang ‘lancar’ ngerjainnya. Dalam artian saya enjoy waktu nulis, pas riset juga seneng-seneng aja. Agak berat saat perlu revisi karena ada beberapa komponen kritis yang perlu diperbaiki. Untungnya dapet editor yang sangat membantu mengarahkan buat mempercantik naskahnya. Makasih, Mbak Alit  
5. Seandainya novel ini difilmkan, siapa yang diharapkan akan memerankan Gwen dan Tristan?
Hmmm... Prisia Nasution dan Rio Dewanto, mungkin? Hihihi...
Yup, sekian hasil wawancara saya dengan Pia Devina. Enggak nyangka ternyata hanya butuh waktu dua bulan untuk merampungkan novel ini. Alhamdulillah ya ada suami siaga yang siap membantu mengasuh anak saat sedang bergelut dengan deadline. By the way, saya setuju banget kalau Rio Dewanto yang memerankan Tristan. Ganteng dan berkarisma :D



24 comments:

  1. Wah...drakor lover juga nih Mbak Pia ya, #toossss
    Dan aku setuju kalau Prisia sama Rio yang mainin, suka sih sama acting mereka #gakadayangnanya #plakkk ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. *tosss* Saya penggemar Rio...
      Tapi bukan drakor lover :D

      Delete
  2. Saya udah pernah baca satu buku kak Pia yang sebelumnya. Suka banget sama ceritanya, enjoy dan penggambaran latarnya berasa kita ikutan ada disitu. Jadi penasaran juga sama buku ini, tema ceritanya kesukaan saya banget๐Ÿ˜. Apalagi terbitan Roro Raya bagus-bagus bukunya๐Ÿ‘.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju banget, terbitan Roro Raya bagus2, pingin baca semua :D

      Delete
  3. Dedikasi Mbak Pia terhadap dunia tulis-menulis luar biasa banget, salut!
    Ini sajian hasil wawancara yg keren! Baik dari segi jawaban Kak Pia maupun bobot pertanyaan dan cara penyajian Kak Nathalia. Aku suka banget.
    Paling suka sama komentar "(untung nggak dipecat jadi anak sama orangtua) X)"

    ReplyDelete
  4. Iyaaa, Rio Dewanto emang ganteng. Setujuuu aku juga hihi. Wah kece juga,di sela-sela kesibukan masih bisa menulis. Sukses selaluu ya mbak :)

    ReplyDelete
  5. Salute...

    itu yang aku rasakan ketika membaca wawancara dengan kak pia yang notabene seorang ibu, farmasis, penulis dan pecinta drama korea hahahaa...

    Kecee...
    bahagia banget punya pasangan halal yang siap siaga -seperti suami kak pia- untuk menjaga anak sementara kak pia mengurung diri untuk merampungkan naskahnya.

    Hmm..
    kalo aku kak punya usulan lain yang akan memainkan peran Tristan apabila novel #PinocchioHusband difilmkan.. usulanku adalah Refalhady ^_^

    Terimakasih kak sweetdonath untuk wawancaranya dengan Kak Pia.. aku jadi tau bahwa wanita super sibuk bisa juga menjadi penulis. Bahasa yang digunakan juga sangat ringan sehingga mudah dicerna hahaha...

    ReplyDelete
  6. Memang ya perempuan itu jago multitasking!
    Jadi istri, ibu, penulis, farmasis dan penggemar drama korea. Semuanya berbeda banget dunianya dan hebatnya mbak Pia bisa lancar menjalani semua perannya. Salut!
    Terniat ya mbak, sampe 'mengasingkan diri' dari hectic-nya tahun baruan. Tapi hasilnya maksimal sih sampe bisa menang di kompetisinya Twigora. Oya, mbak bagi tips dong biar bisa memenangkan kompetensi menulis begini hehe.. terima kasih

    ReplyDelete
  7. Itu seriusan sampe ngurung diri dikamar?? hehehehe
    Wahh keren itu mah.. apalagi sampe dapet suami yang yaa ampun ngerti banget sama istrii...

    ReplyDelete
  8. Wah Mba Pia produktif sekali dalam menulis, sudah menghasilkan 13 novel. Berarti arti sweet spicy romance itu sama dengan love hate relationship ya. Ada manis dan pedas, ada cinta dan benci. Mba Pia pasti bagus banget nih manajemen waktunya, semua pekerjaan bisa diselesaikan dengan mudah. Tentunya tidak terlepas dari peran suamu juga ya. Aku saja sebagai tante dari dua ponakanku, selalu kena titipan untuk menjaga anak-anak saat ibunya kerja. Kayaknya kakakku harus belajar sama Mba nih biar bisa ngelakuin apapun dan nggak perlu ngerepotin aku lagi*maap jadi curhat>_<

    ReplyDelete
  9. Wah, nggak sia-sia ngejar deadline sampai ngunci diri di kamar. Nggak kebayang reaksi orangtua, suami dan anak waktu itu deh. Apa nggak dicariin terus sama anaknya. Hehe.. Tapi keren banget cara Mbak Pia dalam mengatur waktu dan pikiran untuk jadi ibu rumah tangga, istri, nulis dan nonton drama korea.

    ReplyDelete
  10. Salut sama penulisnya...walay bekerja masih bs berkarya. Saya boro2...bisanya cm baca...hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama hiks... Cuma bisa baca & ngomentarin karya orang, heuheu...

      Delete
  11. Kyaaaa Rio Dewantooo.. jadi penasaran sama novel ini>< okee keluar jalur.

    wow, baru tahu kalau Pinocchio Husband ini novel ketiga belas kak Pia ><
    produktif sekali buat ibu yang diburu kerjaan. untung saja suami siap siaga, mau memahami Dan menemani disegala kondisi dan cuaca. salut buat kak Pia.
    nggak heran lah yaa cerita kece ini wajib dibaca. perjuangannya dg mempertaruhkan waktu kumpul keluarga.

    ReplyDelete
  12. Wah beneran neh memang perlu niat dan tekat untuk bikin novel bagus, salut buat mba pia di sela kerja, ngurua anak dan suami masih bisa bikin novel, salut juga buat suaminya yg mendukung karir istri

    ReplyDelete