Saturday, March 28, 2026

Review: An Island Wedding


review an island wedding

Identitas Buku
Judul: An Island Wedding
Penulis: Jenny Colgan
Penerbit: Sphere
Cetakan: 2023
Tebal: 390 halaman
ISBN: 9780751580396
Harga: UK£ 8.99 (lupa)

Dibaca
November 2025 - Februari 2026

Blurb
Three couples. One midsummer’s night. Can everyone get their happy ever after?

Olivia and Anthony are planning A Very Extravagant Wedding at the newest hotel on the tiny Scottish island of Mure. They’re flying in chefs, musicians and even something called a living flower wall…

Flora is trying – and failing – not to be distracted from her own big day with Joel. But they have wildly different ideas about how to celebrate it and they've hit a seriously rocky patch.

And then there’s Lorna and Saif. The local headmistress and the GP are desperately keeping their relationship a secret to protect his sons. But while they’re looking out for the boys, who’s looking out for them?

Review
Novel ini dibeli di Big Bad Wolf Bandung bulan September 2025 yang lalu. Bingung mau beli apa, akhirnya secara random saya memilih novel ini karena desain covernya yang pinky dan cantik, hehehe.... Berharap isinya sesuai dengan covernya, ringan dan menghibur.

Rupanya novel ini merupakan buku kelima dari seri Mure. Untungnya saya enggak perlu merasa tertinggal, karena di bagian Introduction, penulisnya berbaik hati membuat uraian singkat yang up to date tentang tokoh-tokohnya.

Cerita dibuka dengan narasi tentang kondisi hotel The Rock di Mure saat akhir bulan Maret. Pssst, Mure ini ternyata latar fiksi yang terinspirasi dari keindahan pulau-pulau dataran tinggi Skotlandia. Meski fiksi, tapi ada petanya loh.


Tokoh utama dalam novel ini adalah Flora, pengelola hotel The Rock yang akan menikah dengan Joel, mantan bos Amerikanya di London. Mereka sudah mempunyai anak, Douglas yang usianya hampir satu tahun.

Karena latar belakang masa kecilnya, Joel enggak suka acara pernikahan besar-besaran yang dihadiri orang-orang yang enggak dia kenal. Dia menginginkan pernikahan intimate yang hanya dihadiri keluarga. Dengan begitu, biaya pernikahannya bisa dialihkan untuk anak-anak di Outward Adventures, organisasi yang dikelola oleh Charlie dan Jan.

Sedangkan Flora sebaliknya, layaknya perempuan pada umumnya, dia ingin pernikahannya disaksikan oleh seluruh dunia. Tapi demi Joel, dia pun mengalah.

Flora looked at him. Of course. How could she say no?
(Halaman 48)

Di saat yang sama, Olivia, gadis paling cantik di pulau yang sudah lama pergi dan telah menjadi influencer Instagram sukses di London, merencanakan pernikahan mewah di The Rock. Saudara perempuan Jan ini ingin membuat keluarga tunangannya, Anthony yang kaya raya terpukau.

'Show them who's in charge. Have them think I'm queen of the island or something.'
(Halaman 89)

Dengan alur maju, sudut pandang orang ketiga, dan gaya bahasa yang ringan, meski membutuhkan waktu agak lama untuk menyelesaikannya (karena perbedaan bahasa dan halaman yang lumayan tebal), saya cukup menikmati ceritanya.

Namun saya baru benar-benar merasa tertarik dan penasaran setelah menghabiskan sekitar dua per tiga buku, yaitu ketika Flora dan Olivia menyelenggarakan hen night (bachelorette party kalau di Amerika) super seru bersama.

Di bagian ini, konflik pun mulai memuncak. Selain masalah antara Flora dan Joel tentang perbedaan konsep pernikahan impian mereka, ada juga persoalan antara kakak beradik Olivia dan Jan yang sudah lama terjadi dan kini semakin memanas. Untungnya semua konflik itu berujung dengan ending yang manis.

Meski begitu, saya merasa kecewa dan nyeseuk dengan ending yang terjadi pada Lorna, sahabat Flora. Jalinan hubungan asmara rahasianya dengan Saif, dokter pengungsi dari Suriah harus kandas. Untungnya, ada kejutan di di akhir cerita.

Selain tokoh utama, novel ini semakin lebih hidup dengan kehadiran tokoh pendukung seperti Jacinth (sang wedding planner), Agot (keponakan Flora), serta Ash dan Ib (anak-anak Saif).

Rating
Tiga dari lima bintang. Cukup menghibur, meski terasa kurang nendang mungkin karena adanya perbedaan bahasa, hehehe....

No comments:

Post a Comment