Identitas Buku
Judul: Animal Farm
Penulis: George Orwell
Penerjemah: Prof. Bakdi Soemanto
Penyunting: Ika Yuliana Kurniasih
Penerbit: Penerbit Bentang
Cetakan: kedua puluh enam, Agustus 2025
Tebal: 144 halaman
ISBN: 978-602-291-282-8
Harga: Rp 75.000
Dibaca
April 2026
Blurb
Suatu malam, Major, si babi tua yang bijaksana, mengumpulkan para binatang di peternakan untuk bercerita tentang mimpinya. Setelah sekian lama hidup di bawah tirani manusia, Major mendapat visi bahwa kelak sebuah pemberontakan akan dilakukan binatang terhadap manusia; menciptakan sebuah dunia di mana binatang akan berkuasa atas dirinya sendiri.Tak lama, pemberontakan benar-benar terjadi. Kekuasaan manusia digulingkan di bawah pimpinan dua babi cerdas: Snowball dan Napoleon. Namun, kekuasaan ternyata sungguh memabukkan. Demokrasi yang digaungkan perlahan berbelok kembali menjadi tiran di mana pemimpin harus selalu benar. Dualisme kepemimpinan tak bisa dibiarkan. Salah satu harus disingkirkan... walau harus dengan kekerasan.Animal Farm merupakan novel alegori politik yang ditulis Orwell pada masa Perang Dunia II sebagai satire atas totaliterisme Uni Soviet. Dianugerahi Retro Hugo Award (1996) untuk novela terbaik dan Prometheus Hall of Fame Award (2011), Animal Farm menjadi mahakarya Orwell yang melejitkan namanya.
Review
Akhirnya, tiba-tiba dapat hidayah juga untuk membaca buku ini. Sebelumnya enggak pernah tertarik karena malas membaca buku bertema politik. Tapi dipikir-pikir, sebagai book lover, kayanya saya harus baca deh. Toh, bukunya juga tipis, enggak sampai 150 halaman. Apalagi tokohnya juga binatang.
Namun ternyata, meski bukunya tipis dan tokohnya binatang, tetap aja saya membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya.
Temanya memang sederhana. Menggunakan sudut pandang orang ketiga, gaya bahasanya juga ringan dan mudah dipahami. Tapi maknanya begitu dalam dan sangat dekat dengan kehidupan yang sedang kita jalani sekarang ini, sehingga terasa cukup melelahkan. Makanya saya membacanya pelan-pelan dan sedikit-sedikit.
Yup, walau ditulis tahun 1945, saya merasa relate banget dengan ceritanya. Makanya banyak-banyak menghela napas sambil diselingi senyum miris. Two thumbs up untuk penulis yang bisa menggambarkan sifat manusia menjadi cerita binatang. Mirip dan kena banget.
Tanah Inggris ini subur, iklimnya bagus, tanah ini mampu menghasilkan makanan berkelimpahan bagi jauh lebih banyak binatang yang sekarang ada. Kalau begitu, kenapa kita terus hidup dalam kondisi sengsara ini? Sebab, hampir semua hasil produksi dari kerja kita dirampok oleh bangsa manusia.(Halaman 5-6)
Seperti masa-masa Indonesia ketika dijajah Belanda ya.
TUJUH PERINTAH7. Semua binatang setara.(Halaman 24)
Katanya semua binatang setara, tapi....
Kami kaum babi adalah pekerja yang mengerahkan pikiran. Seluruh manajemen dan organisasi peternakan ini bergantung pada kami. Siang-malam kami memperhatikan kesejahteraan kalian. Demi kalian, kami minum susu dan makan apel-apel itu.(Halaman 35)
Cie cie, si paling peduli kesejahteraan.
Para binatang dengan suara bulat memutuskan untuk menciptakan suatu dekorasi militer, "Pahlawan Binatang, Peringkat Pertama", yang kemudian dianugerahkan pada Snowball dan Boxer.(Halaman 44)
Tapi lama-kelamaan sejarah dibelokkan.
Snowball bersekongkol dengan Jones sejak awal! Ia adalah agen rahasia Jones sepanjang waktu. Itu sudah dibuktikan oleh dokumen yang ia tinggalkan dan yang baru saja kami temukan.(Halaman 80)
Hingga akhirnya bertahun-tahun kemudian.
Entah bagaimana kelihatannya peternakan itu sudah semakin kaya meski tidak membuat binatang-binatangi itu sendiri lebih kaya--kecuali, tentu saja, untuk babi dan anjing.(Halaman 128)
Kaya kenal kan ya ceritanya? Susah memang memiliki pemimpin yang amanah. Entah manusia atau babi, kalau sudah kenal kekuasaan ya lupa sama janji-janjinya dulu.
Rating
Empat dari lima bintang.
No comments:
Post a Comment