Thursday, February 12, 2015

#KisahKasihFavoritku: Halya dan Gilang

Saya selalu menyukai adegan lamaran pernikahan. Lamaran seorang pria kepada seorang wanita ya, bukan lamaran formal yang sudah melibatkan dua keluarga besar. Kenapa? Karena pasti ada unsur romantisme sekaligus keseriusan dalam sebuah lamaran. Bahwa hubungan asmara yang sudah dijalani, kemudian dilanjutkan dengan komitmen yang lebih besar.

Dok. Pribadi
Adegan lamaran yang paling berkesan di hati saya berasal dari novel Coupl(ov)e. Cuopl(ov)e bercerita tentang Halya dan Raka, sepasang sahabat yang akhirnya menikah. Bukan karena saling mencintai, tapi karena mereka ditinggalkan oleh pasangan masing-masing.

Namun, adegan favorit saya bukan adegan antara Halya dan Raka, melainkan adegan lamaran antara Halya dan Gilang--mantan kekasihnya. Suatu hari, Gilang mengajak Halya ke Pulau Bira. Di sana, Gilang memberi sebuah kejutan pada Halya, yaitu membawanya melihat pemandangan langit malam yang bertabur bintang. Kemudian, Gilang juga memakaikan gelang pada kaki Halya.

Sumber
Gilang tersenyum maklum melihat Halya yang masih kebingungan. "Jika aku memberimu sebuah cincin, hanya diriku yang bisa mengikat dan merasakan lembutnya jemarimu," tuturnya lembut.
Halya menunggu. Gilang masih menatapnya penuh kasih.
"Makanya, aku buatkan gelang kaki ini sebagai simbol." Telunjuk Gilang menyentuh kaki Halya lembut. "Semoga kamu bisa menjadi jalan surga bagi anak-anakku nanti. Bukankah surga berada di telapak kaki ibu?" lanjutnya lirih.
Halya terpana, menatap takjub mata Gilang, mencari kesungguhan di sana.
"Will you marry me, Ahalya Rahman?" Suara Gilang terdengar begitu khusyuk dan syahdu.

(Halaman 221)
So sweet kan?

Lamaran dengan cincin berlian, musik romantis, dan makan malam di restoran mewah sih sudah biasa. Tapi melamar dengan kata pengantar yang menyebutkan 'jalan surga bagi anak-anakku'? Hmmm, saya merasakan penghargaan yang sangat besar bagi seorang wanita. Bahwa Gilang bukan hanya melihat Halya dari kecantikannya saja, tapi juga mempertimbangkan kualitas Halya sebagai calon ibu bagi anak-anaknya.

Adegan Halya dan Raka di Puncak juga tidak kalah romantis, bahkan lebih kreatif. Tapi adegan Halya dan Gilang ini chemistry-nya terasa sekali.

19 comments:

  1. pengen deh nulis yang romantis unyu gituu...

    ReplyDelete
  2. alamaaak romantisnya diajak melihat taburan bintang di malam hari :D

    ReplyDelete
  3. Wah, romantisnya... Menunjukkan keseriusan komitmen ya, juga visi membangun keluarga bersama. *Melting :)

    ReplyDelete
  4. So sweet ya Mbak Nathalie.... pengen juga dilamar dengan kalimat kayak gitu *kabur :D

    ReplyDelete
  5. so sweet ...btw, saya suka malu klo di romatisin suami kenapa ya hahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya jg suka malu, tp pdhl dlm hati mah seneng bgt :D

      Delete
  6. Wah romantisnya. Kalau saya past malu-malu dan meski mau banget..hehehe

    ReplyDelete
  7. melamar dengan kata pengantar yang menyebutkan 'jalan surga bagi anak-anakku'? Hmmm, saya merasakan penghargaan yang sangat besar bagi seorang wanita

    setuju :)

    ReplyDelete
  8. Saya itu sellau suka baca buku romantis yang 'jleb'. Suka kebawa ke perasaan ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo adegannya mengharukan ikut terharu, kalau adegannya galau ikut galau ya mak :D

      Delete