Monday, February 2, 2015

Review: @TentangAnak

Dok. Pribadi
Detail Buku
Judul: @TentangAnak
Penulis: Joko Dwinanto
Editor: Fiore
Penerbit: Noura Books
Cetakan: ke-1, November 2014
Tebal: 248 halaman
ISBN: 978-602-1306-68-0
Harga: Rp 53.000

Dibaca
22-24 Januari 2015

Review
Anak merupakan anugerah terindah yang diberikan oleh Tuhan, namun juga sekaligus amanah yang harus dijaga--baik raga maupun jiwanya. Sayangnya, tidak ada sekolah yang mengajarkan bagaimana cara mengasuh anak yang baik dan benar. Mengasuh anak kadang menjadi terasa sangat melelahkan. Padahal, sesungguhnya, menjadi orang tua itu menyenangkan loh, asal kita tahu ilmunya.
Parenting is supposed to be fun.

Begitulah tagline dari buku dengan sampul yang ceria ini. Buku yang berisi kumpulan tweet dari akun @tentanganak ini, bisa menjadi alternatif sumber ilmu bagi para orang tua mengenai serba-serbi pengasuhan anak. Menjawab pertanyaan dan kegelisahan yang muncul di benak para orang tua.

Parenting is supposed to be fun. Ah, saya sih enggak peduli, urusan mengasuh anak kan tugas istri saya. 
Siapa bilang mengasuh anak merupakan kewajiban seorang ibu. Ibu itu tugasnya melahirkan dan menyusui. Sedangkan ayah tugasnya mencari nafkah. Mengasuh dan mendidik anak? Tugas berdua dong.
Iya, Mas Bro, lo memang cape seharian di kantor, tetapi bini lo lebih cape karena seharian di rumah dan sumpek enggak ganti suasana. Dalam tahapan perkembangan emosinya, anak membutuhkan figur ayah dan ibu yang seimbang agar perkembangan emosi mereka sempurna. 
(#PeranAyah, halaman 20)
Parenting is supposed to be fun. Tapi enggak se-fun waktu jomblo kan?
Iya sih, dulu waktu jomblo, Jumat malam biasanya ke salon, hang out sama teman, atau dinner sama pacar. Setelah menikah, apalagi sudah punya anak, jangankan hang out, yang ada malah begadang menyusui bayi, dasteran pula :))
Setelah nikah, kamu akan kehilangan sebagian kenikmatan yang bisa kamu peroleh sewaktu jomblo, tapi Tuhan akan kasih kenikmatan lain yang lebih besar sebagai gantinya.
(#BedanyaDuludanSekarang, halaman 38)
Parenting is supposed to be fun. Bagaimana bisa fun, kalau saya harus terus menyusui bayi saya? Repot!
Duh, menyusui kan memang kodratnya seorang ibu. Selain itu, ASI bukan hanya baik untuk bayi loh. Banyak sekali manfaat ASI, baik untuk bayi, untuk ibu, untuk bonding antara bayi dan ibu, serta untuk ayah juga. Berikut beberapa contohnya.
  • ASI memiliki kandungan gizi yang sangat lengkap dan keseimbangan yang tepat.
  • Memperkecil risiko terkena kanker payudara.
  • ASI siap sedia diperoleh kapan saja dan tidak memerlukan biaya apa pun. Lebih mudah, murah, dan meriah.
(#ASI123, halaman 62)
Parenting is supposed to be fun. Biarkan saja anak menonton TV, dijamin orang tua bisa fun.
Di Indonesia, ada dua jenis TV, Free to Air (FTA) TV dan Pay TV. Dalam buku ini, dijelaskan karakteristik kedua TV tersebut, kelebihan dan kekurangannya. Sebagai konsumen, seharusnya kita lebih selektif dalam memilih tontonan, karena kebiasaan menonton TV akan mempengaruhi kebiasaan dan cara berpikir keluarga kita.
We can always choose what's best for us. As for me, I turned off my FTA TV, watch it occasionally and have a selective Pay TV, which I also watch occasionally. Daripada TV, mendingan guling-gulingan sama anak dan pasangan di kasur. Jauh lebih seru.
(#JanganSalahkanTV, halaman 148)
Parenting is supposed to be fun. Fun bagaimana? Biaya pendidikan kan mahal!
Well, biaya pendidikan sekarang ini memang bisa membuat sakit kepala. Bagaimana tidak, setiap tahun naik terus. Tapi tenang, dalam buku ini, ada tips untuk menyiasatinya. Bisa dengan cara investasi dan juga asuransi.
Santai, Mas Bro! Nikmati berproses. Nikmati waktu bersama anak-anak kita. Mereka lebih butuh kehadiran kita, kok.
(#DanaPendidikanAnak, halaman 184)
Masih banyak hal lain yang dibahas dalam buku ini. Seperti babyblues, bahaya baby walker, tips mempersiapkan kakak menyambut kelahiran sang adik, mendekatkan anak dengan buku, pengaruh negatif bioskop dan video games, sentilan untuk para ayah yang merokok, juga sudut pandang lain mengenai isu mertua versus menantu.

Pokoknya pembahasannya lengkap deh. Mulai dari yang ringan sampai yang berat. Mulai dari yang santai sampai yang serius.

Saya sendiri dibuat manggut-manggut karena mendapatkan pengetahuan baru yang menginspirasi. Selain itu, saya juga dibuat cengar-cengir ketika merasakan pengalaman yang sama. Renungan-renungannya sempat membuat mata saya berkaca-kaca. Sedangkan sindirannya membuat saya nyeseuk.

Quote favorit (Dok. Pribadi)
Membaca buku ini, memang jauh dari kata membosankan. Berbeda dengan buku parenting lainnya, 35 bab dalam buku ini ditulis dengan gaya yang santai dan akrab. Kita seakan membaca penuturan seorang teman. Tidak terkesan menggurui, meskipun penuh dengan nasihat-nasihat yang jleb.

Penulis buku ini memang bukan dokter, ataupun psikolog. Tetapi, bukan berarti apa yang tersaji dalam buku ini isinya asal-asalan loh. Informasi yang terkandung dalam buku ini terjamin akurat. Buktinya, lihat saja daftar pustakanya yang berasal dari sumber-sumber terpercaya.

Kelebihan lainnya, pembahasan dalam buku ini disampaikan secara singkat namun padat. Pendek-pendek tetapi tepat mengenai sasaran. Khas lelaki sekali, yang tidak suka bertele-tele. Sangat cocok dibaca oleh para orang tua yang sok sibuk ataupun orang tua yang kurang suka membaca buku.

Namun menurut saya sih, lebih baik judul-judulnya diurutkan berdasarkan kategori-kategori. Misalnya, judul-judul yang berkaitan dengan bayi yang baru lahir dikumpulkan di kategori pertama, kemudian judul-judul yang berkaitan dengan anak yang sudah agak besar di kategori berikutnya. Begitu seterusnya sesuai dengan perkembangan anak. Hingga judul-judul yang memberikan renungan untuk orang tua disajikan di kategori yang paling akhir. Mungkin akan lebih nyaman dibaca :D

Rating
Tiga setengah dari lima bintang untuk buku parenting yang asyik ini ;)

28 comments:

  1. Bagus reviewnya cukup mewakili isi buku...

    ReplyDelete
  2. Parenting is supposed to be fun. Asyik banget denger kata ini. Iya ya kalo dipikir, kita yg pengen punya anak, ya harusnya mengasuhnya juga dengan fun..thanks sharingnya mba, jadi pengen baca bukunya :)

    ReplyDelete
  3. Sekali waktu review blog ya sist, saya daftar deh buat blog saya biar nampang di laman keren ini hehe...

    ReplyDelete
  4. Buku parenting sekarang banyak macamnya ya Mbak. Menurutku buku karangan Joko Dwinanto ini berbeda dengan buku-buku yang beredar di pasaran, seperti buku ini berupa kumpulan twwet. Kreatif sih..

    ReplyDelete
  5. Wah, kalo bukunya kayak gini ya gak bikin males belajar parenting mbak ^^ masukin ke wishlist ah..

    ReplyDelete
  6. Reviewnya cukup mewakili buku, masukin waiting list nih buat calon emak kelak :D

    ReplyDelete
  7. sepertinya buku ini adalah pandua untuk orang tua dalam mengasuh anak

    ReplyDelete
  8. buku parentingnya bahasanya gaul pisan yaaa...hihi anti mainstream nih..makasih reviewnyaa :*

    ReplyDelete
  9. wah jadi penasaran ni sama bukunya #ASAP hunting ke toko buku
    ulasan nya juga oke punya mak
    sooo inspiring ..
    I like it

    ReplyDelete
  10. Harus baca juga nih aku mbak, buat bekal nantinya sesudah menikah. hihi

    ReplyDelete
  11. bagsus http://menujukihudpanyangmaju.blogspot.com/2015/03/indah-dan-sejuk-kampung-mayang-cinde.html

    ReplyDelete